7 Tips Kontrol Pemakaian Gadget Anak

7 Tips Kontrol Pemakaian Gadget Anak

Saat ini masyarakat hidup ditengah-tengah kepungan teknologi dan gadget. Semua serba canggih. Hanya butuh smartphone di genggaman maka apapun bisa dilakukan. Membaca e-book,  berbelanja online, transaksi bank, menulis, menonton video dan lain sebagainya. Menjadi bagian di dunia berteknologi tinggi sangatlah menakjubkan. Namun, pernahkah terpikirkan bagaimana cara kontrol pemakaian gadget anak?

Sepertinya dari segala sisi gadget memberikan dampak positif. Anak-anak muda menjadi lebih ekspresif apalagi dengan banyaknya bermunculan media sosial. Mereka bisa membagikan hasil karyanya bahkan kehidupan pribadinya seperti saat ulang tahun, pernikahan dan acara wisuda. Orangtua bisa bekerja tanpa harus diganggu si kecil. Contohnya saat jalan-jalan si kecil merengek tiba-tiba, berikan saja gadget dengan tontonan atau permainan, lalu si kecil akan kembali tenang.

Namun, sebagai orangtua harus lebih berhati-hati. Anak-anak yang notabene masih dalam tahap belajar bisa kecanduan gadget. Mereka terbiasa diberikan gadget di saat apapun. Sehingga jika gadget diambil bisa menjadi masalah karena mereka akan mengeluarkan tantrum. Merasa tidak nyaman dan aman. Oleh karena itu, harus ada kontrol pemakaian gadget anak. Berikut tipsnya :

1. Menjadi Contoh yang Baik Bagi Sang Anak

Tips ini kelihatannya biasa saja dan mudah dilaksanakan. Menjadi contoh yang baik adalah hal yang sangat penting. Anak-anak pada usia bayi, balita bahkan sekolah adalah peniru ulung. Jika orangtuanya terbiasa menggunakan gadget saat makan atau saat berbicara dengan orang lain. Maka, tidak heran jika anaknya akan melakukan hal yang sama.

Oleh karena itu, memperlihatkan sikap yang benar khususnya dalam penggunaan gadget di depan anak adalah hal yang wajib. Orangtua harus memperlihatkan ada waktunya untuk bermain gadget. Kapan saja waktu itu dan dimana tempat yang sesuai. Sudah menjadi kewajiban orangtua untuk mengajari anaknya mana yang baik dan mana yang kurang tepat.

2. Buatlah Jadwal untuk Sang Anak

Membuat jadwal untuk anak adalah hal yang penting. Adanya jadwal dimaksudkan untuk membagi waktu anak, saat belajar, saat bermain dan istirahat. Beri pengertian bahwa jadwal ini dibuat bukan untuk mengekangnya tapi, untuk membantunya memahami ada hal lain dibalik gadget. Ada kewajiban yang harus ditunaikan oleh sang anak.

Baca Juga:  Baca Juga : Ingin Usaha Berkembang? Yuk Simak Tips Ini

Bantu sang anak untuk memahami pentingnya waktu. Dengan cara sibukkan anak dengan membantu pekerjaan rumah yang ringan seperti membereskan mainannya setelah selesai bermain. Atau menyapu halaman, mencuci piring bisa juga membantu ayah mencuci kendaraan. Lalu berikan sang anak penghargaan, dengan memberikannya gadget yang sangat disukai. Dengan begitu sang anak bisa memahami pentingnya waktu.

3. Buatlah Peraturan Agar Anak Memahami Mana Yang Baik Dan Tidak

Sebelum memberikan gadget pada anak, pastikan orangtua telah menjelaskan ada batasan atau aturan saat pemakaian. Salah satu contoh aturannya adalah gadget bukanlah milik sang anak tapi milik orangtua. Anak bisa memakainya jika diperbolehkan. Jadi orangtua meminjamkan gadgetnya ke anak. Cara ini bisa memberikan tekanan khusus bahwa sang anak harus tetap berhati-hati dalam memakainya.

Saat sang anak berhati-hati maka ia akan menggunakan sebagaimana mestinya. Jika hal ini juga tidak memberikan pengaruh apapun, maka terapkanlah penghargaan atau reward dan hukuman. Berikan penghargaan jika sang anak bisa mematuhi peraturan yang ada. Dan berikan hukuman jika sang anak melanggar peraturan.

Menerapkan peraturan untuk kontrol pemakaian gadget anak adalah hal yang sangat penting. Mengingat anak-anak masih belajar tentang hal yang baik dan kurang baik. Juga anak-anak biasanya belum bisa membedakan antara kebutuhan keinginan.

4. Tetapkan Prioritas Agar Anak Belajar Pentingnya Waktu

Berbicara mengenai anak-anak yang belum bisa membedakan kebutuhan dan keinginan, maka sudah menjadi tugas orangtua untuk membantu mereka memahaminya. Setelah membuat jadwal dan peraturan tentang penghargaan dan hukumannya, berikan sang anak pengertian bahwa ada yang namanya prioritas. Ada hal-hal yang harus dikerjakan pertama kali atau terlebih dahulu dan hal-hal yang bisa dikerjakan nanti. Atau apa yang harus diselesaikan dan mana yang bisa ditunda.

Baca Juga:  Menyembuhkan Mata Minus dengan Metode Alami yang Aman dan Minim Resiko

Sepertinya terlalu rumit untuk anak-anak usia bayi dan balita. Tapi, hal ini bisa diterapkan untuk anak usia sekolah. Apalagi anak-anak yang sudah sekolah mempunyai tanggung jawab yang lebih  besar. Seperti mengerjakan tugas, menyelesaikan PR dari guru dan lain sebagainya. Maka mengenalkan konsep prioritas adalah kewajiban.

Anak usia sekolah sangat dipengaruhi oleh lingkungan. Sebagai orangtua harus pandai agar sang anak bisa bersosialisasi dengan baik. Sedangkan terlalu banyak bermain gadget bisa memberikan dampak buruk kepada anak contohnya adalah kecanduan dan anti sosial.  Kontrol pemakaian gagdet pada anak sangat diperlukan untuk membantu tumbuh kembang sang anak.

5. Mengajak Anak Bermain di Taman, Gunakanlah Tubuh Lebih Aktif

Tips kontrol pemakaian gadget anak yang lain adalah ajak anak bermain. Jika memungkinkan pergilah bersama-sama ke taman kota agar tidak bosan. Atau setidaknya bermain di halaman depan rumah. Bimbing anak untuk lebih aktif menggunakan tubuhnya. Kenalkan permainan tradisional Indonesia sehingga hal ini menjadi nilai tambah. Wawasannya berkembang dan tubuhnya menjadi sehat.

Cara lain adalah mendorong anak untuk mempelajari hal baru diluar sekolah. Seperti les piano, bernyanyi atau jika perlu beri kesempatan anak untuk mencoba bela diri. Dengan menggerakkan tubuh lebih aktif maka bisa membantu peningkatan perkembangan kemampuan kognitif. Kemampuan ini sangat diperlukan agar anak bisa lebih baik dalam mengingat, memecahkan masalah dan pengambilan keputusan.

6. Sediakan Tempat Tanpa Wi-Fi dan Internet

Terdengar sulit? Tapi, untuk kesehatan sang anak hal ini harus diterapkan. Jadikan kamar tidur sebagai zona tanpa Wi-Fi atau internet jika perlu tanpa gadget. Hal ini untuk membiasakan sang anak untuk memahami bermain gadget hanya bisa dilakukan di tempat tertentu. Melalui  cara ini juga, orangtua bisa mengajarkan tempat mana saja yang tidak disarankan bermain gadget. Seperti ruang kelas, kamar tidur, di jalan, kamar mandi dan lain sebagainya.

Baca Juga:  Cara Mengatasi Stunting Masalah Gizi Anak Yang Sulit Diatasi

Dengan menyediakan tempat tanpa Wi-Fi atau internet maka orangtua membantu sang anak agar tidak kecanduan gadget. Bila perlu hal ini dimasukkan pada saat membuat peraturan. Sehingga sang anak akan lebih mudah menerima dan tidak memberontak. Peraturan ini juga berlaku untuk orangtua, kecuali kepentingan terdesak. Bagaimanapun juga anak mencontoh perilaku ayah dan ibu.

7. Gunakanlah Aplikasi untuk Memantau Sang Anak

Penggunaan aplikasi memiliki dua mata sisi, kelebihan dan kekurangan. Jika dilihat dari kekurangannya jelas bisa menyebabkan kecanduan, anti sosial, kemampuan anak yang kurang berkembang dan lainnya. Namun, di sisi lain penggunaan aplikasi juga memiliki kelebihan. Melalui aplikasi orangtua bisa memantau dan mengontrol pemakaian gadget anak.

Ternyata para developer aplikasi juga mengetahui perihal perlunya kontrol pemakaian gadget anak. Maka, ada dari developer aplikasi dan website tingkat dunia membuat aplikasi yang bisa digunakan untuk mengawasi pemakaian gadget anak. Sebut saja yang paling umum adalah Google Family Link.  Fitur-fitur yang ada pada aplikasi ini cukup lengkap. Seperti laporan penggunaan gadget, mematikan dari jarak jauh, penentuan batas menatap layar, melihat lokasi anak melalui GPS, menyetujui bahkan bisa memblokir aplikasi yang akan diinstal dan fitur lainnya yang membuat orangtua lebih tenang.

Menjadi orangtua bukan hanya tentang memberikan apa yang sang anak mau. Tapi, bagaimana caranya sebagai orangtua bisa membuat sang anak menjadi lebih baik , lebih bahagia dan mengenal dirinya sendiri lalu bermetamorfosis menjadi anak yang bermanfaat untuk masyarakat sekitar. Dengan menerapkan tips-tips kontrol pemakaian gadget anak di atas, diharapkan anak-anak Indonesia tetap mengenal teknologi namun tahu batasannya. Siapa tahu sang anak malah lebih produktif di era teknologi  ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *