Anemia Masih Menjadi Masalah Kesehatan Wanita di Indonesia

Anemia Masih Menjadi Masalah Kesehatan Wanita di Indonesia

Nama penyakit Anemia mungkin sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia. Penyakit kurang darah merah ini bisa menjangkiti semua orang baik pria maupun wanita. Namun, menurut sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2013, rupanya wanita lebih rentan terkena anemia. Atau dengan kata lain anemia masih menjadi masalah kesehatan wanita di Indonesia.

Penjelasan Terkait Anemia

Anemia atau penyakit kurang darah disebabkan ketika sel darah merah, termasuk Hemoglobin yang ada di dalamnya, yang ada di dalam tubuh berada di bawah ambang batas normal. Hemoglobin yang berada di dalam sel darah merah memiliki tugas penting yakni mengikat oksigen. Oksigen yang diikat ini kemudian disalurkan ke seluruh tubuh.

Masalah kemudian muncul ketika jumlah Hemoglobin yang ada di dalam sel darah merah menurun. Karena jumlah Hemoglobin menurun, tubuh kemudian menjadi kekurangan oksigen. Tubuh yang kekurangan asupan oksigen kemudian tidak bisa menjalankan tugasnya dengan normal. Oleh karena itu, manusia yang terkena anemia akan terlihat lemas, letih, dan lesu.

Penyebab Terjadinya Anemia

Penyakit Anemia disebabkan karena jumlah Hemoglobin dalam sel darah merah menurun. Menurunnya jumlah Hemoglobin dapat berakibat pada gangguan fungsi anggota tubuh yang lain. Penurunan kadar jumlah Hemoglobin dalam tubuh bisa disebabkan oleh banyak hal. Berikut ini adalah beberapa penyebab penurunan kadar Hemoglobin dalam tubuh yang menyebabkan penyakit Anemia.

1. Anemia Pada Masa Kehamilan

Anemia pada wanita biasanya terjadi pada saat sedang hamil. Sebetulnya ini hal yang wajar mengingat kebutuhan Hemoglobin saat hamil memang sedang tinggi. Oleh karena itu, sangat wajar jika melihat seorang ibu hamil yang kemudian lemas dan letih. Hal ini bisa saja karena saat itu ia sedang mengalami anemia.

Anemia pada ibu hamil ini kerap terjadi karena kebutuhan Hemoglobin yang memang meningkat. Seorang ibu hamil membutuhkan Hemoglobin 50% lebih tinggi daripada saat kondisi normalnya. Hal ini untuk kebutuhan suplai Hemoglobin untuk diri sendiri, perkembangan janin, dan plasentanya. Biasanya peningkatan Hemoglobin saat hamil ini terjadi pada trimester kedua dan ketiga.

Baca Juga:  Kesehatan Jantung, 7 Tips Gaya Hidup Sehat Buat Jantung

2. Pendarahan Berat

Penyebab terjadinya anemia berikutnya adalah akibat terjadinya pendarahan berat. Pendarahan berat yang terjadi, baik dalam waktu seketika atau secara perlahan-lahan akan membuat tubuh produksi kekurangan sel darah merah. Biasanya anemia akibat pendarahan ini dialami oleh orang yang mengalami kecelakaan, cedera, atau saat menstruasi mengalami gangguan pada wanita.

Pendarahan berat menyebabkan sel darah merah yang “terbuang” melebihi produksi yang sanggup dilakukan oleh tubuh. Karena laju produksi sel darah merah yang tidak secepat sel darah merah yang terbuang, tubuh kemudian menjadi kekurangan sel darah merah. Agar tidak semakin larut, satu-satunya solusi adalah dengan langsung periksa ke dokter.

3. Kerusakan Sumsum Tulang Belakang

Penyakit anemia juga bisa disebabkan karena adanya kerusakan pada sumsum tulang belakang. Sumsum tulang belakang inilah yang memiliki tanggung jawab untuk memproduksi sel darah merah dalam tubuh. Adanya kerusakan atau gangguan pada sumsum tulang belakang, tentunya akan memengaruhi produksi sel darah merah dalam tubuh yang bisa mengakibatkan anemia.

Kerusakan sumsum tulang belakang menyebabkan gangguan produksi sel darah merah dalam tubuh. Gangguan produksi ini bisa dalam bentuk produksi yang kurang, tetapi bisa juga berlebihan. Semuanya tentu tidak baik bagi tubuh. Adanya kerusakan sumsum tulang belakang ini bisa disebabkan karena penyakit autoimun atau adanya efek samping obat. Segera periksakan ke dokter.

4. Penghancuran Sel Darah Merah yang Terlalu Cepat

Ada juga penyakit anemia yang disebabkan karena penghancuran sel darah merah yang terlalu cepat. Penyakit anemia ini dikenal dengan sebutan Anemia Hemolitik. Sebetulnya, penghancuran sel darah merah ini wajar karena sel darah merah juga memiliki umur. Ketika umur sel darah merah sudah tua, ia akan menjadi rapuh dan kemudian hancur.

Baca Juga:  Manfaat Susu Kambing Untuk Anak Dan Tumbuh Kembangnya

Secara normal, sel darah merah memiliki usia kurang lebih 120 hari sebelum kemudian dihancurkan tubuh. Sayangnya apabila terjadi gangguan seperti infeksi oleh bakteri atau penyakit lainnya, proses penghancuran sel darah merah bisa berlangsung lebih cepat dari waktu normalnya. Jika ini terjadi, maka jumlah sel darah merah yang ada menjadi berkurang.

Gejala yang Terjadi

Orang yang mengalami penyakit Anemia bisa diamati dari beberapa gejala yang ada. Gejala-gejala penyakit Anemia yang dialami oleh masing-masing orang bisa berbeda satu sama lain bergantung pada penyebabnya. Namun, ada beberapa gejala umum yang terjadi pada orang yang menderita penyakit Anemia. Penderita Anemia biasanya mengalami kondisi tubuh yang lemas dan letih.

Penderita Anemia juga biasanya mengeluh sakit kepala dan pusing, dengan wajah yang terlihat pucat. Selain itu, beberapa orang bisa dilihat dengan denyut jantungnya yang tidak teratur. Beberapa orang yang menderita Anemia juga biasanya mengalami sesak napas karena kurangnya asupan oksigen pada tubuh, sehingga tubuh akan berusaha untuk menyerap oksigen sebanyak-banyaknya.

Cara Mengobati Anemia

Meski bukan tergolong penyakit yang mematikan, tetapi penyakit Anemia ini cukup mengganggu aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, ada baiknya untuk mengetahui cara mengobati saat gejala penyakit Anemia mulai muncul. Beberapa caranya untuk mengobati penyakit Anemia antara lain.

1. Beristirahat Saat Muncul Gejala Anemia

Beristirahat menjadi cara paling mudah untuk mengobati Anemia. Ketika tubuh sudah mulai menunjukkan tanda-tanda letih, lelah, atau pusing. Dengan beristirahat, akan memberikan waktu bagi tubuh untuk memulihkan tenaga kembali. Setelah beristirahat sejenak, tubuh akan terasa lebih segar.

2. Minum Obat Anemia

Selain dengan beristirahat, sebaiknya ditambah dengan mengkonsumsi obat Anemia atau obat penambah darah. Obat ini dapat mengandung zat besi yang dapat mengobati anemia. Pemberian obat anemia juga berfungsi untuk meningkatkan jumlah sel darah dalam tubuh. Obat-obatan untuk Anemia ini banyak dijual di apotek-apotek.

Baca Juga:  Cara Mengatasi Stunting Masalah Gizi Anak Yang Sulit Diatasi

Meski begitu, tetap perhatikan dosis yang berada dalam bungkus obat Anemia. Mengkonsumsi obat Anemia yang berlebihan juga tentu saja kurang baik. Obat penambah darah juga memiliki berbagai efek samping seperti masalah pencernaan dan mual.

3. Melakukan Pemeriksaan ke Dokter

Penyakit Anemia bisa disebabkan oleh banyak hal, agar mendapatkan penanganan yang lebih tepat, tentu sebaiknya melakukan konsultasi ke dokter. Pemberian obat-obatan untuk mengobati Anemia juga tidak selamanya dapat menyembuhkan penyakit Anemia. Dalam beberapa kondisi, penyakit Anemia hanya bisa disembuhkan dengan beberapa tindakan medis.

Seperti ketika Anemia yang disebabkan oleh pendarahan berat yang tentu saja tidak cukup jika hanya mengandalkan obat-obatan semata. Diperlukan transfusi darah untuk menambah jumlah darah yang keluar. Oleh karena itu, jika penyakit Anemia yang diderita tak kunjung membaik setelah beristirahat dan minum obat, segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan penanganan.

Cara Mencegah Anemia

Agar tidak terkena penyakit Anemia sebetulnya bisa dicegah melakukan beberapa hal sederhana. Yang pertama adalah dengan rajin mengkonsumsi makanan yang memiliki kandungan zat besi tinggi seperti jenis kacang-kacangan, sayuran, daging sapi atau daging kambing. Mengkonsumsi makanan yang memiliki kandungan zat besi tinggi dapat meningkatkan produksi Hemoglobin.

Makanan yang memiliki kandungan asam folat juga disarankan untuk dikonsumsi agar dapat mencegah terkena penyakit Anemia. Mengkonsumsi suplemen vitamin B12 dan susu juga sangat baik untuk mencegah Anemia. Tak lupa, istirahat cukup dan melakukan olahraga secara rutin juga mampu mengurangi risiko terkena Anemia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *