Batas Kesabaran Adalah Diam, Meskipun Banyak Luka Bersemayam

Batas Kesabaran Adalah Diam, Meskipun Banyak Luka Bersemayam

Kesabaran adalah sesuatu yang tidak mudah untuk dilakukan. Jika menemui seseorang sedang menghadapi kesusahan yang kita tidak pernah mengalaminya, dan mereka bersabar maka mereka adalah salah satu dari orang hebat yang mampu bersabar. Sungguh, sabar bukanlah perkara mudah. Mengucapkannya memang mudah, namun susah untuk dilakukan.

Terlebih jika terlukai oleh seseorang yang disayangi dengan sepenuh hati, maka akan sangat sulit bagi siapapun untuk bersabar dan memaafkan orang tersebut. Namun, semua orang harus bisa bersabar karena semuanya adalah ujian dari Allah SWT. Banyak yang mengatakan bahwa sabar ada batasnya, ya, batas kesabaran adalah diam.

Diam merupakan puncak dari kesabaran seseorang. Saat kamu harus menahan sakit yang luar biasa yang sebenarnya membuatmu marah atau bahkan ingin memberikan luka yang sama maka baiknya kamu diam. Dengan diam, maka akan mampu meredam amarah. Diam juga akan mengurangi sakit hatimu secara perlahan dan waktu akan membantu untuk mengatasinya.

Meredam Luka Dengan Diam

Diam bukanlah suatu hal yang mudah dilakukan dan tidak semua orang mampu melakukannya. Menjadi seseorang yang diam juga tidak bisa dilakukan begitu saja. Ibarat menahan sakit yang sangat dalam hingga berdarah-darah, seperti itulah rasanya diam.

Dengan diam, siapapun tidak begitu saja menyelesaikan masalah atau membungkan orang-orang yang menyakiti kita. Namun dengan diam, akan mungkin mampu meredam luka diri sendiri. Paling tidak, hal itu tidak membuatnya bertambah parah.

Dengan diam kita akan mampu bersabar karena batas kesabaran adalah diam. Sabar dalam menahan amarah dengan diam, sabar dalam menahan keluarnya kata-kata buruk juga dilakukan dengan diam. Sabar menghadapi orang yang menyakiti kita agar tidak membalas juga dilakukan dengan diam. Banyak sekali manfaat dari diam. Sehingga kita perlu bersabar dan belajar untuk diam.

Baca Juga:  Koch Bersaudara, Sosok Dibalik Koch Industries

Sabar Bukan Berarti Tidak Sedih, Diam Bukan Berarti Tidak Peduli

Saat seseorang memutuskan untuk sabar dalam suatu keadaan yang membuatnya sakit hati, maka bukan berarti ia tidak sedih. Ia juga sedih, namun ia tidak ingin menjadi orang lemah yang menunjukkan kesedihannya pada banyak orang. Ia tidak akan bersedih hanya untuk mengais belas kasihan dari orang lain. Namun ia memegang teguh sikap sabarnya dengan diam karena batas kesabaran adalah diam.

Jadi jangan mudah untuk mengatakan bahwa ia tidak berperasaan. Diterpa cobaan dan disakiti oleh banyak orang atau kehilangan orang yang disayang lantas ia tidak bersedih. Ia bersedih namun ia juga bersabar dengan diamnya. Dan diam yang ia jalani juga tidak berarti ia tidak peduli dengan sekitarnya. Ia tersakiti, dan ia juga peduli kepada orang lain di sekitarnya. Hatinya tetap rapuh namun sekali lagi ia tidak ingin dan membiarkan orang lain mengetahui susahnya ia menghadapi cobaan tersebut.

batas kesabaran adalah diam namun bukan berarti batas tersebut membuat seseorang menjadi angkuh dan tak membutuhkan bantuan orang lain. Ia membutuhkan bantuan, hanya saja ia tidak mudah mengeluh atas ujian yang Allah limpahkan kepadanya. Bagaimanapun, ujian tersebut adalah dari Allah, jadi ia memutuskan untuk bersabar dan terus bersabar agar ia tidak lebih menyakiti dirinya dengan kemarahan dari luka yang dideritanya.

Bagaimana Caranya Agar Bisa Bersabar Dalam Diam? Cara Agar Sampai Pada Batas Dari Kesabaran Dan Bukannya Marah

Jika batas kesabaran adalah diam, maka jika tidak sampai pada batasnya maka seseorang akan tersulut api kemarahan. Coba bayangkan saat kita mendapatkan sebuah ujian yang sangat menyayat hati. Dan ujian tersebut membuat kita sangat tersakiti hingga rasanya seperti ingin mati untuk menghindarinya.

Baca Juga:  Kisah Michael Larson, Orang di Balik Kekayaan Bill Gates

Jika sabar dalam diam tidak mampu dicapai, maka akhirnya seseorang mungkin akan melampiaskan amarah serta kekesalan hatinya kepada Allah, Naudzubillah. Jangan sampai hal seperti itu terjadi kepada hamba Allah. Jangan sampai amarah memegang kendali atas diri sendiri.

Lalu bagaimana caranya agar kita bisa bersabar dalam diam tanpa tersulut amarah? Memang tidak mudah, namun hal itu pasti bisa dilakukan dengan baik. Perbanyak istighfar kepada Allah. Memohonlah maaf kepada sang pencipta, kepada Allah SWT. Karena tidak ada yang tahu, bisa jadi ujian tersebut adalah konsekuensi yang harus kita terima karena berbuat dosa atau menyakiti orang lain. Bisa jadi, Allah memberikan hukuman kepada hambanya yang lalai akan kewajiban yang harusnya dilakukan.

Selain beristighfar, seseorang juga perlu memohon petunjuk kepada Allah. Perbanyaklah berdzikir untuk mengingat Allah. Dekatkan diri dengan Allah agar hati tenang dan bisa terhindar dari api amarah yang bisa menyesatkan. Banyak-banyak berdoa dan beribadah kepada Allah.

Ingatlah dalam hati yang paling dalam bahwa semua ini pasti akan ada hikmahnya. Allah tidak akan memberikan sebuah ujian kepada hambanya tanpa ada hikmah dibaliknya. Yakinkan diri kita bahwa kita mampu menghadapinya bersama Allah. Tetap semangat dalam diam dan tingkatkan ibadah kepada Allah.

Orang Sabar Di Sayang Allah

Bersabar itu adalah sebuah sikap yang tidak mudah untuk dijalani. Ada banyak cara untuk bersabar dan setiap orang memiliki caranya masing-masing. Ada beberapa orang yang bersabar dengan menghabiskan waktunya dengan berkegiatan yang positif seperti bekerja atau melakukan hal lainnya. Namun, seperti yang telah diketahui bahwa batas kesabaran adalah diam, maka saat lelah tiba karena terlalu lama menunggu hati untuk sembuh dari luka yang menyeyat, dan berkegiatan sudah tidak mampu lagi menahan luka  akhirnya akan lebih memilih untuk diam.

Baca Juga:  Jangan Dahulu Mengutuk Keadaan Tetapi Teruslah Berjuang Menggapai Cita

Orang sabar akan disayang oleh Allah karena orang yang sabar pasti memiliki hati yang lapang dada karena mampu memaafkan dan memendam amarahnya. Sedangkan pekerjaan memendam amarah dan sakit hati bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Tidak semua orang mampu melakukannya. Tidak semua orang mampu diterpa masalah besar dan tetap sabar tanpa menyalahkan orang lain.

Karena sesungguhnya ujian itu adalah sebuah cara bagi Allah untuk menaikkan derajat hambanya. Jika hambanya mampu menghadapinya dengan sabar dan lapang dada maka selanjutnya ia akan di sayang oleh Allah dan diberi pahala yang luar biasa. Selain itu Allah juga akan menjadikan orang sabar sebagai orang yang tinggi derajatnya di hadapan Allah. Subhanallah, Maha Besar Allah dengan segala firman-Nya.

Kesimpulannya adalah, jadilah pribadi yang sabar. Sabar dalam diam karena memang batas kesabaran adalah diam. Mulailah untuk melatih mental secara perlahan untuk bersikap sabar. Berawal dari hal kecil yakni menjadi tidak mudah marah hingga sabar dalam menghadapi cobaan serta ujian yang besar. Niscaya Allah akan menaikkan derajat orang yang senantiasa sabar dalam keadaan apapun.

Jangan mudah menunjukkan kesedihan kita pada semua orang terlebih jika hanya untuk mencari perhatian atau mencari belas kasih dari orang lain. Na’udzubillah. Sabar memang sulit untuk dilakukan, namun ganjaran atas kesabaran yang diperoleh pun sangatlah besar. Maka jadilah pribadi yang sabar dengan diam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *