Belajar dari Bos Zara Amancio Ortega Jika Ingin Usaha Anda Berkembang

Belajar dari Bos Zara Amancio Ortega Jika Ingin Usaha Anda Berkembang

Bill Gates, Warren Buffet, dan Jeff Bezos adalah nama-nama pengusaha sukses yang selalu menjadi motivasi pengusaha muda.  Padahal masih ada satu nama  lagi yang bisa dijadikan teladan yaitu adalah bos Inditex (Zara), Amancio Ortega. Menaungi banyak brand lain seperti Bershka, Pull and Bear, Massimo Dutti, dan Stradivarius membuat Amancio menjadi seorang pebisnis ritel yang kaya raya. Memulai usaha dan belajar dari bos Zara Amarcio Ortega jika ingin usaha anda berkembang

Ortega lahir pada tahun 1936, saat Spanyol sedang dalam periode perang saudara, ayahnya adalah seorang buruh dan ia harus putus sekolah pada usia 13 tahun. Bersama mantan istrinya Rosalia Mera, tahun 1975 ia mendirikan Zara dengan produksi awalnya hanya berfokus pada pakaian dalam juga baju mandi. Mengandalkan sumber daya manusia yang seadanya Ortega dan Rosalia lantas merintis segalanya dari nol.

Upaya jatuh bangun mereka dalam mewujudkan impian memiliki bisnis fashion yang besar dan mendunia akhirnya terwujud juga setelah 24 tahun berjuang. Pada tahun 1999, bisnis yang mereka rintis mulai berkembang dan menjadi raksasa bisnis ritel hingga memiliki ribuan toko diseluruh dunia. Kesuksesan itu membawa Ortega menjadi salah satu pemilik brand terfavorit dan tersohor di dunia hingga saat ini.

Kisah Ortega yang mulanya berasal dari kelas menengah kebawah, kemudian mengubah posisi menjadi orang kaya raya. Seolah membuktikan bahwa menjadi pengusaha besar dan sukses bukanlah sesuatu yang mustahil bagi semua kalangan. Berikut rahasia sukses ala Amancio Ortega dalam mengembangkan bisnis yang bisa dijadikan referensi:

1. Bertindak Cepat adalah Segalanya

Strategi utama Ortega adalah memperbarui barang-barang di outlet secepat mungkin, ini bertujuan untuk selalu memberikan kesegaran mode di toko Zara. Seringkali ia memperbaharui barangnya dua kali seminggu atau dua pekan sekali untuk waktu terlamanya. Kecepatan inilah yang kemudian menjadi ciri khas Inditex dari para kompetitornya. Ketika kompetitornya harus membuang waktu hingga berbulan-bulan untuk memproduksi sebuah pakaian dan memampangnya di outlet itu tidak dilakukan Ortega.

Baca Juga:  Michael Bloomberg, Pemilik Bloomberg L.P.

Melakukan strategi pemasaran dengan cara melakukan perbaharuan yang cepat pada semua produk adalah pilihan terbaik dari Ortega. Raja mode ini merasa bahwa selera pasar akan selalu berubah dari waktu ke waktu dalam waktu singkat. Selera pasar ini benar-benar menjadi sorotan penting dalam bisnis ritel yang dijalani Ortega. Produk yang diusung akan selalu kekinian, mengikuti trend dan segar bagi selera pasar, benar-benar tips berbisnis yang liar dan efektif.

2. Terus Memperbaharui Diri Sesuai Keinginan Pelanggan

Selama menjadi pemilik brand Zara ketajaman akan mode yang dimiliki Ortega berasal dari sebuah pengamatan. Pada setiap sesuatu yang biasanya orang kenakan dan yang mereka inginkan. Dia terus melakukan observasi terhadap pasar dan masyarakat, dia tidak hanya mengiventariskan segalanya diatas sebuah acara peragaan busana saja. Ortega selalu ingin membuat Zara mampu merambah semua kalangan, menyesuaikan diri dan mengikuti trend sebuah musim dan tidak berhenti pada sebuah segmen saja.

Seperti tips sebelumnya, Ortega memang selalu mengikuti trend dan kemauan pasar. Ia seolah ingin selalu menjadi jawaban dari semua pertanyaan pasar yang ada. Zara yang ditawarkan oleh Ortega memang menawarkan berbagai produk yang beragam. Baik yang bertema klasik untuk kelas atas atau modern simple bagi penikmat fashion kelas menengah, tanpa mengurangi kualitas ia terus maju kedepan. Hal ini yang patut ditiru oleh para pengusaha muda!

3. Menggunakan Produksi Lokal

Produksi lokal yang dimaksudkan adalah, Ortega selalu mempekerjakan masyarakat lokal Spanyol untuk menunjang produksi dan distribusinya. Tidak menggunakan vendor buruh meski terkadang bisa memangkas upah pekerja menjadi pilihan Ortega dalam menjaga kecepatan pembuatan produk. Budaya mengekspor buruh untuk menekan jumlah pengeluaran biaya produksi banyak dilakukan oleh pesaingnya yang lain.

Baca Juga:  Bernard Arnault, Orang Di Balik Brand Terkemuka

Namun Ortega bersama dengan inditex tidak memiliki cara dan sistematika demikian. Ortega mempercayai kemampuan lokal masyarakatnya, ia menganggap bahwa warga lokal akan lebih mampu menyatu dengan keinginannya. Masalah penciptaan produk bisa diselesaikan dengan baik dan inditex terus berkonsentrasi menciptakan trend pakaian baru lainnya. Sebuah terobosan dan keputusan yang mampu ditengahi dengan kebijaksanaan oleh Ortega,hal ini menjadi suatu contoh baik bagi para pengusaha.

4. Terus Berfokus pada Prosesnya

Tidak mudah mengeluh,cepat puas dan terus fokus dalam pekerjaan adalah cara memajukan usaha versi Ortega lainnya. Pada mula mendirikan brand, Ortega benar-benar mempersiapkan segalanya meski hanya bermodal seorang perancang pabrik, pakar kain dan pembeli. Tanpa kata menyerah ia terus berproses meski sumber daya manusia yang dimiliki begitu minim. Upaya, ketekunan,kerendahan hati dan keyakinannya kemudian mampu membuahkan hasil yang berkilauan.

Usaha yang berawal hanya dari pakaian dalam akhirnya mampu menembus dunia fashion hingga menobatkan diri sebagai raksasa fashion di banyak sektor. Kini, meski sudah turun dari jabatannya dan menginjak usia 80 tahun, Ortega masih sering datang ke kantor untuk mendengarkan ide-ide baru. Tidak menjadi pribadi yang angkuh, selalu rendah hati dan berfokus untuk menjaga dan memajukan produk selalu Ortega lakukan. Dia meyakini bahwa rendah hati mampu menjadi jalan untuk terus membuat keinginannya berkembang ke depan.

5. Terus Berkembang atau Mati Kemudian

Maksud dari terus berkembang atau mati adalah sebagai seorang pengusaha, mengembangkan diri, berinovasi pada kinerja atau produk adalah harga mati. Ortega pernah memiliki keyakinan bahwa kepuasan adalah hal yang paling wajib dihindari dalam sebuah bisnis. Meski semuanya sudah nampak begitu sempurna dan berjalan baik-baik saja jangan sampai hal itu dijadikan alasan untuk lengah.

Baca Juga:  Batas Kesabaran Adalah Diam, Meskipun Banyak Luka Bersemayam

Terus berkembang, menciptakan segala inovasi baru,menilik keinginan dan kebutuhan pasar agar usaha yang dimiliki bisa beradaptasi terhadap keinginan pasar. Begitu banyak pengusaha baru yang merengsek masuk kedalam dunia bisnis, jika sebagai pengusaha sudah memiliki sikap puas maka itu bisa menjadi awal kehancuran. Ortega melarang adanya rasa puas dalam mencapai sebuah pencapaian.

6. Menjaga Kualitas dan Tidak Membuat Pelanggan Menunggu

Kualitas sebuah produk atau sebuah layanan sudah tidak menjadi rahasia lagi bahwa itulah point bagi pelanggan untuk bertahan. Kualitas yang mengedepankan mutu dan standart yang baik akan membuat produk yang dipasarkan akan selalu laris dan diterima oleh semua kalangan. Berbisnis memang soal untung, biaya produksi dan modal namun jangan sampai hal-hal itu mempengaruhi kualitas produk yang dipasarkan.

Selain kualitas yang menjadi pertimbangan Ortega, prinsip untuk tidak membuat pelanggan menunggu juga begitu dikedepankan olehnya. Dia tidak akan berlama-lama mengeluarkan sebuah product, berkutat pada produksi yang bertele-tele dan promosi yang berlebihan. Dalam berbisnis ia berprinsip untuk seolah mampu menyentuh langsung pelanggan dan segala keinginannya. Jadi jangan biarkan pelanggan menunggu ya!

Beberapa point diatas adalah cara belajar dari bos Zara Amancio Ortega jika ingin usaha anda berkembang. Setiap orang bisa memiliki kesempatan untuk menjadi orang besar dan sukses, asal tidak mudah menyerah dan berpuas diri. Teruslah berusaha dan berupaya dengan segenap kemampuan!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *