Belajar Dari Kegagalan Mark Zuckerberg

Belajar Dari Kegagalan Mark Zuckerberg
Mark Zuckerberg orang nomor satu di balik suksesnya aplikasi Facebook. Aplikasi tersebut telah diakses oleh 2,2 milyar pengguna di seluruh dunia. Kemunculan Facebook berawal dari Mark usia 9 tahun yang hobi dengan komputer. Mark kecil penasaran bagiamana bisa sebuah benda bisa menghubungkan orang-orang di seluruh dunia.
Memasuki usia kuliah Zuckerberg muda melanjutkan studi di Harvard University. Karena ingin fokus mengembangkan situs jejaring sosial buatannya. Mark memilih DO dari kampusnya. Diantara pilihan yang sulit tersebut Mark berjuang untuk mewujudkan sebuah situs jejaring sosial Facebook.
Ketenaran situs jejaring sosial tersebut terdengar sampai ke kampus Yale Colombia dan Stanford. Semakin hari Facebook semakin berkembang hingga ke universitas lain dan sekolah menengah atas di Amerika Serikat. Dan saat itu pula Mark menjadi orang berpenghasilan dengan kekayaan 27 Triliun.
Dilihat secara kasat mata seakan hidup sudah menjadi sempurna. Pricila Tan, sang istri Mark selalu mensuport dan menemani Mark belajar untuk memperbaiki kesalahan demi kesalahan. Facebook yang sekarang adalah hasil sebuah perjuangan panjang seorang Zuckerberg. Berikut ini merupakan kejadian demi kejadian di tahun 2018 :

1. Kegagalan Facebook

Tahun 2018 merupakan tahun kegagalan dari Mark, bagaimana tidak? Facebook disalah gunakan untuk menyebarkan penipuan, berita hoak dan ujaran kebencian. Padahal platform media online Facebook yang paling sering diakses oleh pengguna.
Tidak semua hal bisa berjalan dengan mulus. Kini seluruh dunia sangat mengenal Facebook, sebuah aplikasi jejaring sosial terbesar dan sangat mudah diakses oleh siapa saja. Dengan segala kemudahan tersebut. Beberapa aplikasi pun digandeng Mark Zuckerberg untuk menyempurnakan Facebook.
Seperti Instagram dan Whatsapp. Namun, dibalik segala kesempurna dan kesuksesan aplikasi Facebook, ada saja oknum yang memanfaatkan aplikasi jejaring untuk hal negatif. Mark Zuckerberg seakan mendapatkan ujian demi ujian tentang penyalahgunaan Facebook.

2. Pemblokiran Facebook

Di bulan Maret 2018 pemerintah Sri Lanka memblokir facebook, dikarenakan telah digunakan untuk kampanye anti islam. Kemudian di bulan yang sama menurut integritor PBB, Facebook berperan penting dalam genosida Rohingnya di Myanmar. PBB mengkritik bahwa Facebook menjadi media kekerasan dan menyebarkan kebencian di Myanmar. Karena hal tersebut, Facebook ditutup oleh pemerintah Myanmar.

Selain itu ada hal yang sangat mendasar terjadi di bulan yang sama. Tentang pelaporan penyalahgunaan data Facebook. Skandal data Facebook-Cambridge Analytica yang merupakan pengumpulan data pribadi 87 juta pengguna Facebook. Hal tersebut digunakan untuk memengaruhi pemilihan politikus yang mengontrak Cambridge Analytica.
Facebook meminta maaf atas kejadian tersebut. Selain mendapat kalimat negatif dari masyarakat, saham perusahaan facebook mengalami penurunan yang sangat drastis. Orang-orang mengalami krisis kepercayaan kepada Facebook. Seakan tidak ingin menggunakan Facebook lagi. Bahkan beberapa negara menyatakan ingin menutup Facebook.

3. Mark Zuckerberg “Diadili” Pada Kongres Amerika Serikat

Masih menemui rintangan, di bulan April Mark Zuckerberg akhirnya harus datang pada kongres Amerika Serikat terkait 87 juta pengguna Facebook yang datanya telah disalah gunakan. Suami dari Pricila Chan ini tidak kooperatif saat ditanya tentang penyalahgunaan data.
Jawaban yang diberikan Mark sangat tidak memuaskan. Bahkan beberapa anggota Kongres terlihat kecewa dengan Mark. Ditambah lagi Mark Zuckerberg tidak mendukung undang-undang baru dalam privasi data. Pada akhirnya pertemuan tersebut tidak memberikan hasil yang memuaskan. Mark Zuckerberg tetap berpendirian teguh bahwa Facebook tidak sembarangan menjual data pengguna.

4. Pendiri Whatsapp Mundur Dari Dewan Facebook

Efek dari penyalahgunaan data Facebook, akhirnya Jan Coum, pendiri aplikasi whatsapp dan salah satu anggota dewan Facebook menyatakan mengundurkan diri. Whatsapp merupakan aplikasi yang telah diakses oleh banyak pengguna setelah dibeli oleh Facebook. Tentu sangat memengaruhi performa Whatsapp saat aplikasi Facebook disalah gunakan. Karena Whatsapp merasakan dampaknya saat maraknya penyebaran konten hoax di Facebook.

5. Saham Facebook Merosot

Setelah melewati bulan yang sangat krisis dan ujian demi ujian,  Juli 2018 akhirnya saham Facebook merosot drastis. Angka 4% merupakan penurunan yang sangat mencolok, terbukti dengan Mark kehilangan 9,5 triliun kekayaannya. Zuckerberg yang tadinya menduduki peringkat empat orang terkaya di dunia, turun hingga menempati urutan ke 8. Sungguh ironis, bahkan menurut catatan bursa saham New York saham Facebook turun 16%.

6. Pendiri Instagram Mundur Dari Dewan Facebook

Kevin Systrom, Chief Excecutive Instagram dan Mike Krieger, Chief Tehnical Officer menyatakan kepada Facebook untuk mundur. Mereka tidak mengungkapkan alasan yang pasti. Sumber permasalahan terjadi saat Facebook dan Instagram mulai berbeda pendapat tentang Instragam yang diajukan untuk berdiri sendiri.
Melihat sejarah Instagram yaitu aplikasi yang dibuat oleh Kevin dan Mike kemudian dibeli oleh Facebook seharga 1 miliyar dolar AS. Instagram sendiri merupakan aplikasi populer yang memamerkan foto-foto para pengguna. Instragam semakin populer setelah digandeng oleh Facebook.

7. 50 Juta Akun Facebook Dicuri Peretas

September 2018, sekitar 50 juta akun Facebook diretas. Saat masalah tersebut terjadi, Facebook langsung menyelesaikan selama dua hari dan berhasil menambalnya. Upaya pencegahan langsung dilakukan oleh Facebook dengan menghapus “view as” yang bisa diakses di akun pengguna.
Fungsi “view as” merupakan alat privasi yang memungkinkan pengguna melihat akun milik sendiri untuk dilihat oleh orang lain. Setelah masalah tersebut terjadi, Facebook diminta untuk melindungi keamanan dan privasi pengguna. Jika tidak maka Facebook akan menghadapi masalah dengan hukum dan beberapa negara mengecam keras tentang kejadian tersebut.

8. Privasi Foto Facebook Bisa Diakses

Kejadian demi kejadian tidak hanya berhenti begitu saja. Bulan Desember 2018 Facebook masih harus menghadapi masalah tentang “bug”. Adanya “bug” pada Facebook dapat membuka akses foto yang telah diprivat oleh pengguna. Sekitar 6,8 juta pengguna dapat diakses foto privasinya dengan total akses sekitar 1500 foto.
Engineering Director Facebook Tomer Bar, menulis, bahwa “Bug terkait menyebabkan para pengembang aplikasi bisa ikut melihat foto lain, juga berdampak pada foto yang diunggah ke Facebook tapi kemudian urung dipublikasikan oleh pengguna.” Setelah beberapa hari akhirnya “bug” bisa diatasi.

9. Investigasi New York Time

Di akhir tahun 2018 The New York Time melakukan investigasi terhadap Facebook diduga bahwa Facebook menjual data ke pihak ketiga, seperti Sportify dan Netflix. Akhirnya Facebook mengklarifikasi hal tersebut. Tidak ada untungnya untuk Facebook menjual data pengguna kepada pihak lain. Facebook hanya mendapatkan keuntungan dari iklan yang terpasang di halaman Facebook saja.
Semakin besar sebuah nama, maka semakin besar pula ujian dan masalah yang di hadapi Facebook. Sebuah pelajaran yang berarti disaat kesalahan demi kesalahan terjadi maka Mark Zuckerberg memperbaiki serta melejitkan Facebook kembali. Memperbaharui sistem keamanan dan sistem aplikasi.Sehingga pengguna Facecebook tetap aman dan bahagia berselancar. Karena Facebook dibangun bukan untuk menjadi  perusahaan melainkan untuk  misi sosial.
Dari segala hal yang Mark hadapi, setiap manusia bisa mengambil pelajaran berharga dengan mampu melejitkan diri melalui suatu hal yang begitu sangat disukai. Saat menghadapi masalah maka perbaiki kemudian tetap berpegang teguh pada prinsip yang telah dibangun.
Karena sejatinya apa yang sudah diciptakan pasti akan mengalami kerikil di kemudian hari. Maka perbaikilah dan sempurnakanlah. Belajar dari kesalahan Mark Zuckerberg memberikan gambaran bahwa tangga sukses dibangun dari banyak ujian dan menempuh banyak masalah. Dan semua bisa diatasi dengan cara berlapang dada serta memberikan yang terbaik.
Baca Juga:  8 Tanda Keberhasilan Yang Merupakan Kunci Sukses Dalam Hidup

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *