Bernard Arnault, Orang Di Balik Brand Terkemuka

Bernard Arnault, Orang Di Balik Brand Terkemuka

Jika memiliki hobi di bidang fashion, parfum, kosmetik, jam tangan dan perhiasan, nama Bernard Arnault pasti tidak terlalu asing di telinga. Brand-brand ternama yang menghiasi majalah kelas dunia atau mengisi mall-mall bergengsi sebagian adalah hasil tangan dinginnya. Sebut saja yang sangat terkenal Louis Vuitton, Christian Dior, Bvlgari dan lainnya.

LVMH adalah LVMH Moët Hennessy – Louis Vuitton, grup yang memimpin dunia dalam produk-produk mewah. Lebih dari tujuh puluh lima brand dari enam sektor yang berbeda berada di naungan LVMH. Bahkan mereka memiliki brand alkohol yang terkenal di dunia seperti Hennessy, Veuve Clicquot dan ada dua puluh dua lagi merek alkohol lainnya.

Orang Terkaya Kedua di Dunia

Tidak heran jika Bernard Arnault mendapatkan predikat orang kaya kedua di dunia, sang ultimate taste maker mengalahkan Bill Gate sang founder Microsoft . Karena LVMH Moët Hennessy – Louis Vuitton berhasil menaikkan tingkat penjualan dan keuntungan sebanyak 16% di tahun 2018. Hal ini bisa terjadi karena meningkatnya konsumen dari negara Tiongkok.

Berdasarkan Forbes harta kekayaan Arnault per 23 November 2019 adalah US$105.2 Miliar atau lebih dari Rp. 1.300 Triliun. Jika dilihat hasilnya sekarang, Arnault sangat beruntung. Namun, sebagai pebisnis sukses selalu ada pengalaman yang membentuknya menjadi seperti saat ini.

Mengawali Karir sebagai Teknisi

Bernard Arnault memulai karir profesionalnya sebagai teknisi di Ferret-Savinel perusahaan konstruksi. Hal itu bisa terjadi karena dia sekolah di Ecole Polytechnique. Dan pemilik perusahaan tersebut adalah ayahnya. Sampai tahun 1984 Arnault berkarir disana kemudian mengambil alih perusahaan induk Financière Agache. Lalu Arnault membeli Christian Dior dengan nilai US$ 15 Juta.

Walau pun ilmu yang ia dapatkan dari sekolah adalah teknik sipil bukan berarti menutup keahlian yang lain. Arnault terbiasa dengan proses bisnis mulai dari pembuatannya dan manajemen. Hal inilah yang membentuk kemampuan bisnis yang sangat baik. Dia bisa melihat celah kesempatan dan sumber daya yang bisa memberikan terbaik untuk perusahaannya.

Baca Juga:  Belajarlah Bersabar Saat Dihina, Karena Yang Menghinamu Pastinya Tidak Akan Lebih Baik Darimu

Menjadi Ketua dan CEO LVMH yang Free Spirit

Di tahun 1989, Arnault menjadi pemilik saham terbesar di LVMH Moët Hennessy – Louis Vuitton. Dan menjadikan perusahaan ini sebagai pemimpin produk-produk mewah di dunia. Semenjak itu Bernard Arnault menjadi ketua dan CEO dari LVMH Moët Hennessy – Louis Vuitton. Serta menjadi dewan presiden di grup Arnault S.E, perusahaan keluarga Arnault.

Mengikuti jejaknya, sang anak Delphine menjadi wakil presiden eksekutif di Louis Vuitton dan anggota komite eksekutif LVMH Moët Hennessy – Louis Vuitton. Jika dilihat keluarga ini memiliki darah pebisnis. Menjadi anak seorang pebisnis kaya tidak menjadikan Arnault lembek.

Dengan seringnya ia berurusan dengan bisnis mulai dari operasional dan manajerial. Membentuknya menjadi sosok pebisnis yang ulet, bijak, cerdas dan free spirit.  Kenapa free spirit? Karena ia memberikan kebebasan pada seniman atau katakanlah talent yang bekerja dengannya. Serta memberikan hak penuh untuk masing-masing brand mengambil keputusan dengan keunikannya masing-masing.

Sifat seperti ini jarang terjadi di dunia bisnis. Ada banyak alasannya namun biasanya karena kurang mempercayai kemampuan karyawan, seniman dan talent. Bernard Arnault menjadikan hal itu sebagai peluang untuk mengembangkan perusahaannya. Menemukan sumber dayanya lalu membantu mereka berkembang maksimal untuk memberikan yang terbaik di perusahaan yang dibangun.

Penghargaan untuk Sang Ultimate Taste Maker

Dengan banyaknya keajaiban yang ia buat melalui LVMH Moët Hennessy – Louis Vuitton. Tidak heran jika Arnault mendapatkan beberapa penghargaan.  Seperti penghargaan Commander of the Légion d’Honneur pada tahun 2017, Grand Officer of the Légion d’Honneur dan The Woodrow Wilson Award for Global Corporate Citizenship pada tahun 2011.

Mengikuti keberhasilannya di tahun sebelumnya, pada tahun 2012  dari Kerajaan Britania Arnault mendapatkan Honorary King Commander of the Most Excellent Order. Tidak selesai sampai disitu, di tahun 2014 ia menyabet penghargaan The Museum of Modern Art’s David Rockefeller Award.

Dengan sifat pantang menyerah dalam membangun bisnis maka ia dinobatkan sebagai salah satu Powerful People di tahun 2018. Untuk tahun ini apakah Bernard Arnault akan mendapatkan penghargaan lagi?

Baca Juga:  Menikah itu adalah Proses Seumur Hidup bagi Semua Pasangan

Bernard Arnault Sosok Pria Bertangan Dingin yang Berjiwa Sosial Tinggi

Dibalik kekayaannya, ia merupakan pria yang memiliki jiwa sosial yang tinggi.  Arnault dan LVMH Moët Hennessy – Louis Vuitton yang mengalokasikan  dana sebesar € 200 juta atau sama dengan US$ 224 juta. Untuk membangun kembali katedral yang  bernilai sejarah tinggi yaitu Notre Dame Paris yang terbakar di pertengahan bulan April 2019.

Dengan adanya lebih dari tujuh puluh merek yang bernaung di bawah LVMH Moët Hennessy – Louis Vuitton. Maka tidak heran, saat ini perusahaan ini memiliki hampir US$53 Miliar dalam penjualannya. Juga termasuk 4.590 toko ritel kelas dunia seperti Sephora.

Dengan banyaknya brand yang ada dibawah pengawasan Bernard Arnault dan hampir semuanya berhasil di pasaran. Ini menunjukkan betapa tangan dinginnya bisa mengubah sesuatu menjadi lebih berharga.

Filosofi Kehidupan Seorang di Balik Brand Terkemuka

Sebagai orang di balik brand terkemuka biasanya memiliki filosofi tentang kehidupan yang bisa dipelajari. Jika pebisnis maka filososi kehidupan Arnault bisa diterapkan di bisnis yang sedang dibangun. Jikalau pun tidak, apa salahnya mengambil hikmah dari orang hebat yang telah mengalami asam garam dunia.

Salah satu kata mutiaranya adalah “when something has to be done, do it! In France we are full of good ideas, but we rarely put in them into practice.” Ketika sesuatu harus diselesaikan, ya lakukan! Di Perancis kami memiliki banyak ide yang bagus, tapi jarang sekali mengubah ide menjadi tindakan.

Arnault menyatakan beberapa hal yang sangat menarik. “Ketika aku mengambil alih Louis Vuitton, semua orang berkata ‘Louis Vuitton sudah sangat besar, apalagi yang bisa kamu lakukan?’. Melaui LVMH semua bisa belajar bahwa selalu ada cara untuk mengembangkan bisnis. Sekalipun bisnis tersebut telah terkenal dan menggurita hampir di setiap negara.

Arnault pernah berkata sebagian besar pesaing lebih memilih untuk menampilkan barang massal dan memilih pemasaran gaya Amerika. Sedangkan di LVMH Moët Hennessy – Louis Vuitton tidak tertarik dengan cara seperti itu. Intinya Arnault mau setiap jengkal produk, promosi bahkan selembar brosur harus unik dan menarik. Berbeda dari kebanyakan perusahaan produk mewah lainnya.

Baca Juga:  Batas Kesabaran Adalah Diam, Meskipun Banyak Luka Bersemayam

Bernard Arnault adalah orang di balik brand terkemuka. Orang yang membangun produk-produk mewah bukan hanya sekadar barang tapi menjadi warisan.  Mengedepankan kreativitas dari para talent atau kreator. Memberikan kesempatan mereka berekspresi sebebas-bebasnya. Dengan tidak terlalu mementingkan pemasaran tapi memaksimalkan pembuatan produk dengan desain dan keahlian yang luar biasa.

Dengan begitu setiap konsumen merasakan eksklusifitas produk tersebut. Dimana setiap produk yang dibuat memiliki rasa tersendiri. Bernard Arnault bukanlah pribadi yang sabar tapi, menjadi pebisnis membuatnya belajar bahwa kesabaran menjadi kuncinya. Dan dari sana semua bisa belajar tentang kesabaran. Tetap berusaha dan saat-saat yang tepat itu akan datang sesuai waktunya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *