Cara Mengatasi Stunting Masalah Gizi Anak Yang Sulit Diatasi

Cara Mengatasi Stunting Masalah Gizi Anak Yang Sulit Diatasi

Stunting menjadi masalah yang cukup serius di Indonesia. Pada Riset Dasar Kesehatan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengungkapkan bahwa prevalensi anak stunting Indonesia mencapai angka 30,8%. Ini berarti 1 dari 3 anak yang berada di Indonesia mengalami stunting.

Stunting merupakan kondisi pertumbuhan anak terhambat akibat kekurangan asupan gizi pada jangka waktu yang cukup lama. Biasanya tanda paling kentara adalah tinggi badan anak yang cenderung lebih pendek dibandingkan anak-anak seusianya. Stunting bila tidak ditangani akan  berdampak pada kesehatan anak hingga dewasa. Berikut adalah cara mengatasi stunting.

Ciri-Ciri Stunting

Para orang tua harus perhatian terhadap kondisi anaknya terutama yang pada usia balita, termasuk masa remaja untuk mengetahui apakah anaknya mengalami stunting atau tidak. Sebagai dasar mengamati pertumbuhan anak-anaknya perlu memperhatikan ciri-ciri stunting.

Anak-anak yang stunting biasanya memiliki tubuh pendek diantara teman-teman seusianya. Namun tidak sesederhana itu. Tidak semua tubuh pendek adalah stunting. Badan yang pendek pada anak juga bisa disebabkan karena kelainan genetis.

Cara mengeceknya adalah rajin melakukan pengukuran tinggi badan secara berkala dan mencatatnya menjadi sebuah grafik. Ini biasa dilakukan saat mengikuti posyandu. Apabila ada stagnasi pertumbuhan bisa dikonsultasikan ke dokter anak.

Selain indikasi itu indikasi-indikasi stunting lainnya adalah pertumbuhan gigi yang terlambat, wajah terlihat lebih muda dibandingkan seusianya karena terlambat berkembang, pubertas mengalami keterlambatan.

Stunting juga akan mengakibatkan keterlambatan pertumbuhan otak yang mempengaruhi perkembangan kemampuan kognitifnya. Biasanya akan ada gangguan konsentrasi dan daya ingat belajar, pada usia 8-10 tahun anak akan cenderung pendiam dan tidak nyaman kontak mata dengan orang.

Apabila ada indikasi-indikasi tersebut, sebaiknya para orang tua mengkonsultasikan dengan dokter anak. Sebab itu hanyalah indikasi, namun kepastiannya butuh dilakukan pemeriksaan oleh orang yang berkompeten.

Sebaiknya harus mendapatkan perhatian serius sebab pengaruhnya bisa menetap jangka panjang. Pada usaia dewasa anak akan kesulitan mendapatkan pekerjaan karena kesulitan menguasai skill yang diperlukan. Selain itu juga secara fisik akan mudah terserang penyakit degeneratif.

Baca Juga:  Manfaat Daun Kelor Untuk Kesehatan Yang Wajib Diketahui

Penyebab Stunting

Stunting terjadi karena anak kekurangan asupan gizi yang diperlukan untuk tumbuh pada 1000 hari pertama kehidupan. Tepatnya sejak dalam kandungan hingga anak mencapai usia 2 tahun. Pada masa ini adalah masa pertumbuhan yang krusial harus terpenuhi asupan gizinya.

Salah satu yang biasanya kurang adalah asupan protein. Protein sangat berperan pada pembentukan sel dan regenerasi sel. Kekurangan asupan protein membuat tubuh tidak mampu mengembangkan sel yang cukup.

Stunting juga dapat dipengaruhi oleh faktor lingkungan tumbuh kembang yang buruk. Lingkungan yang kotor banyak kuman penyakit sehingga anak sering terkena sakit infeksi. Seringnya terkena infeksi akan mengakibatkan anak terhambat penyerapan gizinya.

Selain itu pola pengasuhan yang buruk akan bisa menjadi faktor terjadinya stunting. Masalah pengasuhan seperti ini biasanya dialami oleh ibu yang terlalu muda, yang belum siap memiliki anak. Maupun jarak kelahiran dengan saudara yang terlalu dekat, sehingga ibu kesulitan mengasuhnya.

Mencegah Stunting

Kita dapat mencegah stunting pada anak dengan memperhatikan asupan gizi dan pengasuhannya sejak dalam kandungan hingga beranjak usia 2 tahun. Berikut ini adalah cara-cara mencegah stunting mulai dari sejak dalam kandungan,menyusui, MPASI, hingga dua tahun.

1. Mencegah Stunting Sejak dalam Kandungan

Mencegah stunting sejak pada masa kandungan caranya adalah dengan memenuhi kebutuhan nutrisi ibu hamil dan janin yang dikandungnya. Asupan yang sebaiknya jangan sampai kekurangan adalah asupan zat besi, asam folat dan yodium. Bila kekurangan ibu berisiko mengalami anemia. Anak yang dilahirkan dari ibu yang terkena anemia beresiko lebih besar mengalami stunting.

Mendapatkannya bisa dari bahan-bahan makanan sehari-hari seperti pepaya, makanan laut, brokoli, kentang. Ibu hamil juga bisa menjaga kondisinya dengan meminum vitamin prenatal sesuai anjuran dokter.

2. Mencegah Stunting Anak pada Masa Menyusui

Pada masa kelahiran sebaiknya segera diberikan inisiasi menyusui dini. Pemberian ASI pasca melahirkan sebisa mungkin dilakukan maksimal 6 jam setelah lahir. Ini dilakukan agar bayi dapat segera mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan dari ASI. Dan mencegah kekurangan asupan nutrisi di momen-momen pertama kelahirannya.

Baca Juga:  7 Tips Kontrol Pemakaian Gadget Anak

ASI mengandung nutrisi alami yang mudah dicerna oleh tubuh bayi. Organ pencernaan bayi masih berkembang sehingga lebih mudah mencerna ASI. Sehingga jangan terlalu tergesa-gesa memberikan MPASI pada bayi. Disarankan ASI eksklusif selama 6 bulan pertama benar-benar dilakukan sebelum masuk pada masa MPASI. Pemberian Asi disarankan maksimal sampai pada umur 2 tahun saja.

Apabila tidak memungkinkan memberikan ASI ekslusif, bisa menggunakan susu formula, yang paling penting adalah memastikan bayi mendapatkan asupan yang cukup. Serta pastikan susu formula memiliki kandungan yang cukup bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi.

3. Mencegah Stunting Anak pada Masa MPASI

Pada masa setelah 6 bulan pertama barulah bayi siap diberi MPASI. Ini dikarenakan organ pencernaannya sudah mulai cukup kuat untuk mencerna makanan lebih padat. Selain itu bayi sudah memerlukan asupan nutrisi lebih banyak yang tidak bisa didapatkan melalui ASI saja.

Pemberian MPASI juga harus diperhatikan, terutama kelengkapan nutrisinya mulai dari karbohidrat, protein, lemak, zat besi, mineral dan vitaminnya. Latihlah bayi agar mau makan berbagai macam makanan sehingga dapat memenuhi berbagai macam nutrisi yang ia butuhkan untuk tumbuh kembang.

4. Mencegah Stunting Anak Pada Usia 1-2 Tahun

Prinsip mencegah stunting pada anak usia 1-2 tahun adalah dengan memberinya nutrisi dalam konsumsi makanan dan minumannya secara cukup. Perhatikan komposisi makannya agar seimbang mulai dari asupan protein, karbohidrat, lemak, zat besi, kalsium, mineral dan vitamin-vitamin pelengkap lainnya.

Jangan sampai kekurangan asupan protein, zat besi kalsium dan vitamin yang sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan anak. Selama pola makannya terjaga dengan baik, anak dapat terhindar dari stunting. Berikan karbohidrat yang cukup agar energinya kuat untuk beraktivitas. Banyaknya aktivitas dapat membantu pertumbuhan. Lemak juga penting untuk perkembangan otaknya.

Baca Juga:  5 Cara Membersihkan Layar HP

5. Hal Selain Makanan yang harus diperhatikan

Seperti dijelaskan sebelumnya ada faktor selain makanan yang juga menjadi faktor penyebab terjadinya stunting. Beberapa hal yang harus diperhatikan tersebut antara lain:

  •         Pemberian imunisasi lengkap, agar terhindar dari penyakit berbahaya.
  •         Menjaga kebersihan lingkungan, agar tidak mudah terserang penyakit infeksi
  •         Pastikan anak mendapatkan perhatian pengasuhan yang cukup
  •         Lakukan pengukuran tinggi dan berat badan anak secara rutin
  •         Mengikuti posyandu secara rutin

Mengatasi Anak yang Terlanjur Mengalami Stunting

Sebagai orang tua apabila anak sudah terlanjur mengalami stunting pastilah sangat sedih. Namun sedih tidak akan menyelesaikan keadaan. Meskipun sudah terlanjur kita masih dapat mengurangi gangguan stunting dengan mengejar asupan gizi selama masa pertumbuhan. Bagi anak perempuan biasanya berhenti pada 25 tahun dan laki-laki pada 30 tahun.

Asupan gizi yang seimbang terutama protein nabati dan hewani juga harus tetap diberikan. Selain itu aktivitas fisik dan istirahat yang cukup akan memberikan pengaruh pada mengurangi gangguan akibat stunting.

Stunting berpengaruh pada kemampuan kognitif yang tidak sebaik teman sebayanya. Mungkin kita bisa memberikan perhatian untuk mengembangkan bakat khusus pada dirinya. Ini berguna sebagai bekal keterampilan dan kepercayaan dirinya di masa yang akan datang.

Setiap orang tua harus memberikan perhatian khusus terhadap tumbuh kembang anaknya agar tidak mengalami stunting. Seringkali yang terjadi orang tua tidak menyadari sejak awal kondisi gangguan stunting ini. Baru ketika beranjak remaja pengaruhnya mulai terlihat. Sebaiknya para orang tua melakukan cara mengatasi stunting sejak dini sebelum terlambat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *