Cara Mengatasi Dampak Negatif Dari Perkembangan Teknologi

Cara Mengatasi Dampak Negatif Dari Perkembangan Teknologi

Perkembangan teknologi di era modern ini telah memberi banyak kemudahan dalam aktivitas hidup manusia. Katakanlah, salah satunya untuk akses informasi yang semakin instant. Berkat teknologi, jarak bukan lagi hambatan untuk berkomunikasi. Semua orang dari penjuru dunia bisa terhubung satu sama lain secara real time melalui berbagai perangkat digital pendukung. Namun, di sisi lain sulit dipungkiri bahwasanya perkembangan teknologi juga tidak luput dari kekurangan yang mengakibatkan timbulnya dampak negatif. Karena itu cara mengatasi dampak negatif dari perkembangan teknologi memang perlu sedini mungkin diterapkan sebelum dampak buruk yang terjadi berlanjut semakin parah.

Penerapan cara mengatasi dampak negatif dari perkembangan teknologi dapat dilakukan dari lingkungan paling kecil/sempit terdahulu, yakni lingkungan keluarga. Di luar lingkungan keluarga, sekolah hingga lingkungan tempat tinggal juga perlu membudayakan upaya yang sama. Memang, ini bukan perkara mudah. Sebab tingkat ketergantungan manusia pada teknologi dewasa ini begitu tinggi sehingga tak ayal menimbulkan candu.

Betapa seriusnya dampak negatif dari perkembangan teknologi dapat dilihat dari beberapa contoh berikut ini.

Dampak Perkembangan Teknologi
Cara Mengatasi Dampak Negatif Dari Perkembangan Teknologi
Sumber: Unsplash

Membuat Orang Cenderung Jadi Pemalas

Secara garis besar inovasi di bidang teknologi bertujuan untuk memudahkan manusia. Dengan adanya kemudahan, pemakaian energi manusia pun semakin banyak berkurang. Contoh, teknologi di bidang transportasi. Jauh sebelum mobil dan sepeda ditemukan, orang-orang harus berjalan kaki untuk mencapai suatu tempat. Semakin jauh jangkauannya, semakin banyak energi yang harus mereka keluarkan. Selain berjalan kaki, menunggang kuda adalah pilihan dan itupun tidak kalah melelahkan.

Kini berkat adanya mobil dan sepeda motor, kita tak perlu lagi berjalan kaki atau menunggang kuda. Tinggal nyalakan mesin, kita dapat mengemudikan mobil atau sepeda motor ke tempat tujuan dengan lebih mudah dan cepat. Tak berhenti sampai di situ, pabrik mobil dan sepeda motor terus berinovasi dengan teknologi-teknologi terbaru mereka. Bila dulu mobil dan sepeda motor mengandalkan mesin manual, sekarang sudah banyak beralih ke mesin matic. Lagi-lagi, ini menawarkan kemudahan yang luar biasa untuk manusia.

Itu baru satu contoh perkembangan teknologi di bidang transportasi. Belum lagi perkembangan teknologi di bidang lainnya. Sayangnya semua kemudahan-kemudahan yang diperoleh, manusia jadi cenderung pemalas. Mereka lebih suka mengandalkan produk-produk teknologi, seperti mobil, sepeda motor, mesin cuci, mesin giling, mesin pemotong rumput, dan sebagainya.

Membuat Orang Cenderung Jadi Pemalas
Sumber: Foto oleh Craig Adderley dari Pexels

Permainan Tradisional Tersingkir

Kemajuan teknologi juga memberi dampak buruk pada eksistensi permainan tradisional. Anak-anak generasi milenial sudah semakin jarang mengisi waktu santai mereka dengan permainan-permainan tradisional seperti petak umpet, engklek, lompat tali, bola bekel, engrang, gobak sodor, dan sebaginya. Kids zaman now sudah banyak terpapar teknologi. Mereka lebih suka menjatuhkan pilihan pada permainan-permainan berbasis digital hasil perkembangan teknologi yang dapat mereka mainkan melalui gadget.

Kebanyakan game digital atau game elektronik bisa dimainkan sendiri. Kita hanya akan berhadapan dengan lawan dalam bentuk virtual. Kesannya sederhana memang. Tak perlu repot mengumpulkan beberapa pemain, membentuk team, dan membuat tata tertib permainan. Toh semua sudah otomatis tersedia pada game-game digital. Namun dampak negatifnya sulit memupuk jiwa sportivitas, solidaritas, dan kompetensi dalam diri generasi milineal.

Permainan Tradisional
Sumber: Gambar oleh Sasin Tipchai dari Pixabay

Pornografi

Perkembangan teknologi membuat pornografi semakin menjadi-jadi. Semua orang dapat dengan mudah mengakses konten-konten bermuatan pornografi dari berbagai situs lalu menyebarkannya kembali hingga makin meluas. Pemerintah Indonesia sudah pernah melakukan upaya pembatasan/memblokir konten-konten yang dianggap mengandung unsur pornografi. Sayangnya upaya tersebut tidak berhasil 100%. Sebab pembuat dan pengunggah konten pandai memanipulasi konten mereka sehingga tidak terdeteksi sebagai konten berbahaya.

Pornografi
Sumber: Photo by Clem Onojeghuo on Unsplash

Meningkatnya Tindak Kejahatan

Peradaban teknologi yang kian maju ternyata menguntungkan bagi sebagian oknum nakal. Mereka sengaja memanfaatkan teknologi untuk melakukan penipuan, bullying, pencurian, dan sebagainya. Contoh saja, penipuan dalam bisnis-bisnis online. Penipu berhasil menjaring dan memperdaya korban melalui sosial media. Dengan bahasa-bahasa promosi nan menggiurkan, mereka bisa membuat target percaya dan berani menyetorkan uang tanpa harus bertatap muka. Begitu uang diterima, mereka menghilang begitu saja.

Meningkatnya Tindak Kejahatan
Sumber: Gambar oleh Robinraj Premchand dari Pixabay

Menumbuhkan Sikap Individualis

Hal negatif yang turut ditimbulkan dari perkembangan teknologi adalah tumbuhnya sikap individualis. Kita sangat terbantu dengan adanya teknologi, sehingga segala sesuatunya memungkinkan untuk dilakukan sendiri. Contoh saja, dulu petani beramai-ramai turun ke sawah untuk membajak. Ketika panen, sama-sama pula mereka menumbuk padi di lesung. Kini lain cerita, sebagian besar petani mempercayakan pekerjaan-pekerjaan tersebut pada mesin. Sehingga, mereka bisa melakukannya sendiri.

Contoh-contoh di atas baru sebagian kecil dampak negatif yang ditimbulkan oleh perkembangan teknologi. Masih banyak lagi hal-hal lainnya yang mendatangkan kerugian.

Lantas, bagaimana cara mengatasi dampak negatif dari perkembangan teknologi tersebut? Berikut beberapa caranya.

  • Membiasakan diri untuk lebih banyak bergerak. Pilihlah beberapa pekerjaan yang masih memungkinkan dilakukan tanpa bantuan mesin. Contoh, mencuci secara menual. Pada saat volume cucian tidak terlalu banyak, usahakan untuk mencuci secara manual saja. Selain menghindari ketergantungan pada mesin cuci, cara ini juga bagus untuk menghemat pemakaian listrik.
  • Tidak selalu mengumbar kegiatan atau benda-benda berharga yang dimiliki. Kebanyakan pengguna sosial media, terutama wanita, hobi sekali mengumbar aktivitas sehari-hari hingga koleksi barang berharganya. Di satu sisi, kebiasaan tersebut menimbulkan kepuasan tersendiri. Namun, di sisi lain justru mengundang terjadinya kejahatan. Di luar kesadaran, kita boleh jadi tengah diintai penjahat untuk dijadikan target.
  • Disiplinkan diri untuk tidak menggunakan gadget ketika berada dalam suatu kegiatan bersama. Ada suatu keanehan yang menjadi “penyakit” di kalangan masyarakat modern, yakni asyik sendiri di antara keramaian. Ajang kumpul dengan teman atau komunitas yang seharusnya diisi dengan saling bertukar cerita/pengalaman, kini malah berganti dengan main gadget masing-masing. Ada yang asyuk buka sosial media, ada yang sibuk berbalas pesan WA, ada pula yang bermain games. Kebiasaan buruk tersebut harus dihilangkan melalui kedisiplinan diri sendiri juga. Tanamkan tekad bahwa gadget tidak akan dimainkan selama kegiatan bersama tersebut berlangsung, kecuali ada hal-hal yang bersifat emergency.
  • Batasi anak-anak bermain gadget. Banyak orang tua yang kebablasan membiarkan anak-anaknya menekuni gadget mereka, dengan dalih supaya anteng. Namun nyatanya keterusan sampai anak menjadi candu. Maka sebelum kecanduan, orang tua perlu memberikan aturan kapan dan berapa lama mereka boleh memainkan gadget. Begitu pula dengan pemberlakuan sanksi apabila peraturan tersebut dilanggar. Waktu yang paling tepat membiarkan anak bersentuhan dengan gadget adalah pada akhir pekan dalam durasi 1-2 jam saja. Pembatasan ini bukan hanya menghindarkan anak-anak dari bahaya candu gadget, tapi juga bahaya radiasi yang ditimbulkannya.
  • Lebih rajin menabung. Banyaknya produk-produk teknologi mutakhir beredar dan memberikan janji-janji berupa kenyamanan serta kemudahan ini-itu, sudah pasti membuat masyarakat tergiur. Alhasil mereka gampang sekali mengeluarkan uang. Padahal, belum tentu produk tersebut benar-benar mereka butuhkan dalam kegiatan sehari-hari. Dengan melatih diri rajin menabung, secara tidak langsung kita juga tengah menjauhi diri dari sikap konsumtif. Hanya membeli sesuatu yang benar-benar diperlukan sekalipun benda tersebut canggih.
Menumbuhkan Sikap Individualis
Sumber: Photo by Alex Kotliarskyi on Unsplash

Demikian contoh dan cara mengatasi dampak negatif dari perkembangan teknologi. Semoga readers dapat memetik manfaat dalam artikel ini.

Baca Juga:  Baca Juga : Ingin Usaha Berkembang? Yuk Simak Tips Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *