Jangan Dahulu Mengutuk Keadaan Tetapi Teruslah Berjuang Menggapai Cita

Jangan Dahulu Mengutuk Keadaan Tetapi Teruslah Berjuang Menggapai Cita

Kegagalan dan kekalahan bukanlah akhir dari segalanya. Jangan dahulu mengutuk keadaan yang menghambat perjuangan mencapai mimpi. Tetapi teruslah bertarung untuk mengubah keadaan yang merugikan menjadi langkah meraih kesuksesan. Sebab tidak ada jalan pintas untuk mencapai kesuksesan yang sebenarnya.

Berdamai Dengan Kegagalan

Jangan Dahulu Mengutuk Keadaan, tetapi berdamailah dengannya. Sehingga menjadi lebih mengerti dan mengenali seluruh hambatan yang mungkin akan dihadapi. Setiap kesuksesan sejati diawali dengan kegagalan dan kegagalan, tidak ada jalan pintas untuk mencapainya dan beberapa hal yang sebaiknya dilakukan, antara lain:

  • Menerima kegagalan, memang tidak mudah tetapi hal itu harus dihadapi bukan untuk bersembunyi. Sebab setiap kegagalan menjadi batu pijakan untuk memperbaiki diri dan tidak terjatuh di lubang kegagalan yang sama.
  • Hindari mencari-cari alasan dan jangan dahulu mengutuk keadaan, tetapi berilah penjelasan yang berkaitan dengan kegagalan bukan mengkambing hitamkan keadaan.
  • Susunlah rencana kerja yang lebih baik untuk mengatasi resiko kegagalan. Apalagi gagal ditempat yang sama, terus perbaiki diri.
  • Siapkan rencana untuk mengantisipasi segala sesuatu yang akan menghambat rencana kerja. Dan menyebabkan kegagalan.
  • Terus berjuang menghadapi kegagalan dan optimis untuk mencapai keberhasilan.

Waspadai Mental Block

Mental block adalah mencari-cari alasan untuk penyelamatan atau pembenaran diri sendiri ketika menghadapi tantangan. Menyalahkan keadaan dan seribu alasan tidak akan mengubah kegagalan menjadi keberhasilan. Menghilangkan mental block akan memberikan keberuntungan untuk meraih kesuksesan.

1. Zona Kenyamanan

Zona nyaman adalah kondisi mental yang merasa dirinya sudah mencapai puncak kenyamanannya. Tetapi di balik zona nyaman terdapat efek negatif yang merugikan. Terjebak dengan kebosanan yang dapat berakibat buruk dalam kehidupan seseorang, sehingga melakukan halal yang bersifat negatif.

Tidak semua orang mau atau bersedia keluar dari zona kenyamanannya, apalagi memulai lagi dari awal. Ketika terjadi masalah dengan pekerjaan, berbagai alasan dan kambing hitam serta keadaan menjadi tamengnya. Yang tanpa disadari, yang menjadi penyebab utama adalah dirinya sendiri sebagai akibat tidak fokus dalam melakukan pekerjaannya.

Baca Juga:  Parenting Tips Ala Pangeran William Dan Kate Middleton Yang Wajib Dicontoh

Banyak orang bijak yang mengatakan; “jangan dahulu mengutuk keadaan, sebab hanya membuang waktu dan energi saja”. Jadi keluar dari zona yang selama ini memberikan kenyamanan untuk bekerja lebih fokus dan semangat mencapai keberhasilan sesuai dengan cita dan harapan.

Tidak ada jalan pintas atau instan dalam meraih kesuksesan, semuanya dilakukan dengan perjuangan. Dengan keluar dari zona nyaman di sertai semangat pantang menyerah dengan tetap fokus pada tujuannya serta optimis akan mengubah kegagalan menjadi keberuntungan.

2. Takut Kegagalan

Kegagalan menjadi momok paling menakutkan bagi sebagian besar orang, sehingga mereka menjadi sibuk menyalahkan keadaan. Untuk itu jangan dahulu mengutuk keadaan sebagai penyebab kegagalan, yang diperlukan adalah evaluasi diri sendiri.

Mereka yang saat ini sukses dalam karir dan kehidupannya tidak diperoleh dengan cara yang mudah. Semuanya juga mengalami yang namanya “KEGAGALAN dan KEGAGALAN” sebelum mencapai kesuksesannya. Mengubah kegagalan menjadi keadaan yang lebih menguntungkan adalah ciri –ciri orang sukses.

Memang tidak mudah, karena ketakutan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan setiap orang. Untuk itu belajar dari buku-buku motivasi dan berkumpul dengan orang-orang yang membawa energi positif menjadi langkah awal mengatasi ketakutan tersebut.

Untuk selalu diingat adalah kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda sementara saja. Jadi semuanya bergantung dengan bagaimana cara mengatasi ketakutan menghadapi kegagalan tersebut. Dan bukan menjadikannya alasan untuk menghindakan diri.

3. Terpikirkan Masa lalu

Dapat dikatakan orang yang masih terjebak dengan pikiran masa lalu termasuk dalam kelompok kurang produktif. Sebab orang-orang tersebut banyak menghabiskan energi dengan masa lalunya.  Dan biasanya akan mengalami kesulitan atau kurang berani dalam mengambil langkah membuat masa depan yang lebih baik.

Baca Juga:  Wanita Indonesia Yang Menginspirasi Dengan Prestasinya Yang Cemerlang

Kejayaan di masa lalu bukanlah jaminan kesuksesan di masa depan. Sebab masa depan seseorang ditentukan dengan apa yang dilakukan saat ini. Jadi jadikan masa lalu sebagai pijakan untuk meraih masa depan yang lebih baik. Dan jangan dahulu mengutuk keadaan sebagai kambing hitam dari kegagalan maupun kekalahan.

4. Dendam Dan Kemarahan

Kemarahan  dan dendam tanpa disadari membawa pengaruh dalam perkembangan bisnis seseorang.  Jangan dahulu mengutuk keadaan yang menjadi penyebab kemarahan. Apalagi diekspresikan dengan cara destruktif, sehingga tanpa disengaja melukai orang lain yang mungkin adalah rekan bisnisnya sendiri.

Cara terbaik untuk mengatasi kemarahan dengan konstruktif, yaitu menjadikannya sebagai sumber energi pendorong meraih prestasi yang lebih baik. Maka yang sebaiknya dilakukan adalah memahami dan kenali keadaan yang menjadi penyebab kemarahan. Dan segera atasi persoalan tersebut, sehingga tidak berlarut-larut.

5. Menutup Diri

Pada dasarnya setiap manusia membutuhkan orang lain dalam kehidupan kesehariannya. Orang lain tidak akan paham jika seseorang menutup diri dengan lingkungannya. Jadi jangan dahulu mengutuk keadaan yang menyebabkan kegagalan bisnisnya. Membuka diri dan menjaga hubungan yang baik akan memberikan energi yang baik.

Yang harus dilakukan dalam kaitannya dengan membangun bisnis adalah membuka diri dengan niat baik. Teruslah membuka koneksi dengan masyarakat di lingkungan terdekat. Berusahalah untuk menyerap inspirasi dan energi positif dari orang-orang sukses yang ada di lingkungan sekitar.

6. Malas Belajar

Malas adalah musuh utama dari kesuksesan dan teman terdekat dari kegagalan. Perbuatan malas belajar dapat menyebabkan ketinggalan pengetahuan dan teknologi. Jangan menyalahkan keadaan untuk tidak belajar, karena itu hanya alasan penolakan saja.  Belajar dapat dengan membaca buku-buku motivasi, datang ke seminar-seminar edukasi maupun berguru secara langsung kepada mentor bisnis yang sudah berhasil.

Baca Juga:  Belajar dari Bos Zara Amancio Ortega Jika Ingin Usaha Anda Berkembang

7. Tidak Peduli

Belajar membuka diri dan menjaga hubungan baik dengan orang lain, terutama orang yang ada di lingkungan sekitar. Ketidakpedulian seseorang  dengan masyarakat dan lingkungannya dapat membawa dampak yang buruk bagi dirinya. Sesuai dengan hukum alam setiap aksi akan menimbulkan reaksi, orang lain pun akan bersikap yang sama dengan dirinya.

8. Terus Semangat

Kegagalan merupakan salah satu pengalaman yang dimiliki setiap manusia. Dan kegagalan menjadi guru yang terbaik untuk mencapai kesuksesan. Untuk itu jangan dahulu mengutuk keadaan, tetapi pelajari setiap kegagalan tersebut. Jadikan setiap kekalahan dan kegagalan pelajaran untuk melatih diri lebih sabar dan tekun belajar lagi.

Hindari dan jangan dahulu mengutuk keadaan, sebab hal tersebut akan membuang-buang energi saja. Tidak ada kesuksesan yang datang begitu saja, semuanya dicapai dengan berbagai kekalahan dan kegagalan. Tetapi kegigihan dan semangat pantang menyerah yang akan mengantar menuju gerbang kesuksesan.

Jika mengalami hambatan jangan dahulu mengutuk keadaan sebagai penyebabnya. Cari penjelasan dan pelajari faktor-faktor penyebab kegagalan. Untuk itu berkumpul dan berguru kepada mereka yang telah sukses dan berhasil. Dan belajar bagaimana mereka mampu mengatasi kesulitan-kesulitan tersebut.

Abaikan pikiran- pikiran negatif dan omongan orang lain yang dapat meruntuhkan semangat. Membaca buku-buku motivasi akan banyak memberikan pelajaran dan pemahaman untuk mengatasi kegagalan. Mengubah kegagalan yang dialami menjadi keuntungan akan membawa kesuksesan dan hidup lebih baik. Bukan hanya sekedar menyalahkan keadaan saja.

Kebanyakan orang cenderung menyalahkan keadaan sebagai kambing hitam atas kegagalan yang dialaminya. Yang harus selalu diingat “sebagian besar keadaan yang merugikan maupun menguntungkan disebabkan oleh diri sendiri”. Untuk itu stop mengkambing-hitamkan keadaan, tetapi terus fokus dan konsisten berjuang mencapai kesuksesan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *