Masa Lalu Biarlah Berlalu Masa Depan Teruslah Kau Pacu

Masa Lalu Biarlah Berlalu Masa Depan Teruslah Kau Pacu

Judul di atas bermuatan motivasi untuk siapa saja yang merasa sedang berada dalam garis putus asa akibat sejumlah kegagalan yang menimpa. Masa lalu biarlah berlalu masa depan teruslah kau pacu, memang petuah yang seyogianya kita tanamkan dalam diri masing-masing. Sebab, tidak semua orang diberkati dengan masa lalu yang indah untuk dikenang. Sebagian orang justru pernah melewati masa-masa suram yang penuh derita. Namun bukan berarti pengalaman pahit membuat hidup berhenti sampai di situ. Terkadang berangkat dari masa lalu yang pahit itulah, sebagian orang justru berhasil mencapai kesuksesan di masa depan.

Ketika kita menyaksikan kehidupan mewah para artis atau tokoh papan atas, mungkin tumbuh suatu perasaan di dalam hati, betapa enaknya hidup bergelimang harta seperti mereka. Ingin apa saja dan ke mana saja bisa dengan cepat terpenuhi. Tapi tahukah Anda bahwa sebagian besar orang-orang sukses di bidang karier dan finansial di dunia ini tumbuh dari masa lalu yang memprihatinkan, serba kekurangan, dan penuh konflik? Contohnya 2 tokoh dunia berikut ini.

Masa Lalu Biarlah Berlalu
Sumber: Pexels

Oprah Winfrey

Ditakdirkan sebagai wanita dari ras kulit hitam tak membuat Oprah Winfrey berkecil hati dan kehilangan kesempatan untuk sukses. Bukan hanya perkara warna kulit, jejak-jejak masa lalunya yang penuh liku juga menjadi tantangan tersendiri baginya untuk bangkit dan merajut masa depan cemerlang.

Oprah dilahirkan pada 29 Januari 1954 dalam lingkungan keluarga berstatus ekonomi menengah ke bawah. Ayahnya hanya berprofesi sebagai tukang cukur yang tidak seberapa laris, sedangkan ibunya bukan seorang pekerja. Kemiskinan kerap menjadi alasan pertengkaran kedua orang tuanya hingga berujung pada perceraian. Oprah kecil kemudian diasuh oleh neneknya di sebuah pemukiman yang kumuh. Namun, pada usia 6 tahun sang nenek mengembalikannya ke pangkuan ibunda dan ayah tiri.

oprah winfrey
Sumber: Aussie Gossip

Hidup bercampur dengan ayah serta saudara tiri ternyata tak membuat masa kecil Oprah membaik. Ia jarang mendapat perhatian dan pengawasan dari orang tuanya. Bahkan di usia 13 tahun, ia sudah mengalami pelecehan seksual dari saudara ibunya yang mengakibatkan dirinya hamil. Tak pelak lingkungan sekitar mencemoohnya.

Oprah tak tahu harus bersyukur atau bersedih tatkala mengetahui bayi dalam kandungannya tak mampu bertahan lama. Bayi tersebut lahir prematur dan akhirnya meninggal dunia. Di satu sisi Oprah terbebas dari tanggung jawab merawat anak laiknya seorang ibu. Namun di sisi lain ia terus mendapat kecaman dan lingkungan sekitar.

Tak tahan menghadapi itu semua, Oprah memutuskan tinggal bersama ayah kandungnya dan meneruskan pendidikan. Tapi lagi-lagi hidup yang dijalaninya tak seindah yang dibayangkan. Sang ayah mendidik Oprah sangat keras. Namun, justru itu yang membuat Oprah terbentuk menjadi seorang gadis yang tangguh dan berprestasi. Nilai akademisnya membanggakan. Atas prestasi akademisnya tersebut Oprah pernah loncat kelas beberapa kali.

Baca Juga: Oprah Winfrey – Biografi, Network, Show, & Fakta

Semasa SMA Oprah pernah bekerja freelance sebagai penyiar radio. Ia dinilai punya bakat berbicara yang bagus dan lugas. Setelah lulus SMA, Oprah menguji peruntungannya di dunia pertelevisian. Ia melamar pada sebuah stasiun TV lokal sebagai pembawa acara berita. Nasib baik berpihak kepadanya. Ia diterima dan berhasil menjalankan tugas-tugasnya sebagai penyiar berita di TV dengan sangat baik.

Tak lekas berpuas diri, Oprah memutuskan merantau ke Chicago untuk mencari pengalaman baru. Ia melamar di stasiun TV yang lebih besar dan terkenal. Lagi-lagi nasib baik mengiringinya. Oprah didaulat sebagai pembawa acara talkshow bertajuk “The Oprah Winfrey Show”.

Tahu apa yang terjadi kemudian? Acara yang dipandu Oprah berhasil menduduki rating tertinggi dalam sejarah pertelevisian di Amerika selama 25 tahun. Fantastis!

Atas pencapaiannya tersebut, kehidupan ekonomi Oprah kian membaik. Bahkan, kini ia tercatat sebagai satu-satunya wanita dari ras kulit hitam yang berpredikat multybillionaire.

Kolonel Harland Sanders

Masa lalu biarlah berlalu masa depan teruslah kau pacu tampaknya juga berhasil dijalani oleh Kolonel Harland Sanders. Namanya mungkin terdengar asing oleh sebagian orang. Namun ketika menyebut Kentucky Fried Chicken (KFC), semua orang pasti  sudah tahu. Benar saja, ayam goreng yang terkenal lezat dan crispy tersebut adalah hasil karya Harland Sanders. Dialah orang yang pertama kali mewariskan resep ayam goreng KFC. Sehingga wajahnya pun menjadi icon dari brand KFC itu sendiri.

Semasa hidupnya Harland Sanders tidak pernah mengenyam ilmu tata boga. Masa mudanya justru habis di dunia militer yang ditekuninya. Setelah pensiun, kesejahteraan Harland Sanders mulai menurun. Untuk kebutuhan sehari-hari ia hanya mengandalkan uang pensiun yang tidak seberapa.

Kolonel Harland Sanders
Sumber: Buku Otobiografi

Berbekal  modal seadanya, Harland membuka sebuah bengkel mobil. Sayang, bengkel itu tidak seberapa laris. Saat bengkel sepi, seorang pedagang asongan datang dan mengeluh bahwa di kota tempat mereka berada tak ada rumah makan dengan hidangan lezat dan pelayanan cepat. Diam-diam Harland merekam keluhan pedagang tersebut dalam benaknya. Ia menjadikan keluhan itu sebagai sebagai sebuah peluang.

Operasional bengkel diakhiri selamanya. Beberapa peralatan yang Harland punya sengaja dijual sebagai tambahan modal untuk membuka rumah makan kecil-kecilan. Sebagai penyuka ayam, Harland ingin menu andalan yang disajikan adalah ayam goreng. Berbekal pengetahuan seadanya di bidang kuliner, Harland dan istri mencoba meracik 11 bumbu rahasia untuk membuat rasa ayam goreng jadi lebih lezat.

Usaha Harland berhasil. Dalam beberapa waktu rumah makannya ramai dikunjungi pembeli. Tapi roda kehidupan terus saja berputar. Kota tempat tinggal Harland saat itu perlahan berkembang. Pusat-pusat kegiatan berada jauh dari rumah makan Harland Sanders. Tak ayal orang berpikir dua kali untuk makan di rumah makan Harland. Bisnisnya pun meredup. Harland kembali dirundung kesulitan ekonomi. Di balik batinnya yang remuk,  ia masih punya keyakinan bahwa ayam goreng buatannya akan kembali laris. Citarasa otentik dari ayam gorengnya belum ada yang bisa meniru.

Atas keyakinan yang membuncah di hatinya, Harland berencana menjual resep ayamnya tersebut ke restoran-restoran besar. Tapi lagi-lagi perjalanan yang dilaluinya tak mudah. Penawarannya kerap mendapat penolakan dari pemilik restoran.

Sebagai seorang mantan tentara serta perjalanan hidup yang tak selalu mudah, jiwa Harland Sanders telah tertempa tak mudah patah. Penolakan demi penolakan yang ia terima membuat langkahnya semakin terpacu. Ia tetap bertekad menawarkan resep ayam andalannya tersebut hingga ke restoran-restoran yang berada di luar kota. Untuk menghemat pengeluaran, Harland memilih menginap di dalam mobil tuanya.

Perlahan tapi pasti keberuntungan akhirnya berpihak juga pada Harland. Setelah melewati 1.000x penolakan, akhirnya sebuah rumah makan di Outta, Amerika Serikat, berani membeli resep ayam goreng andalannya. Tak sia-sia, ayam tersebut disukai banyak orang. Kondisi pun berbalik, pemilik-pemilik restoran yang kemudian mendatangi Harland untuk berkonsultasi. Karena banyak yang berminat, ayam goreng Harland kemudian dijadikan salah satu produk Franchise dengan lebih dari 10 ribu gerai tersebar di 92 negara di dunia.

Pengalaman masa lalu kedua tokoh di atas mestinya dapat menginspirasi kita semua untuk tetap optimis menggapai masa depan. Jika orang lain bisa sukses mewujudkan impian, mengapa kita tidak? Ingat, masa lalu biarlah berlalu masa depan teruslah kau pacu.

Baca Juga:  Kesuksesan Kolonel Harland Sander dan Sejarah Singkat KFC

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *