Memandang Lelaki dari Tanggung Jawabnya, Bentuk Pengharapan Perempuan untuk Jodoh Terbaiknya

Memandang Lelaki dari Tanggung Jawabnya, Bentuk Pengharapan Perempuan untuk Jodoh Terbaiknya

Secara naluriah, perempuan yang sudah berada pada usia matang antara 20-30 tahun akan memikirkan untuk menikah. Keinginan ini pada umumnya bertujuan agar memiliki sandaran yang bisa membahagiakan dirinya dan orang-orang di sekitarnya. Tentu banyak kriteria yang diharapkan, salah satunya dengan memandang lelaki dari tanggung jawabnya.

Bagi perempuan, tanggung jawab merupakan pondasi yang harus dimiliki lelaki. Ikrar janji suci di hadapan penghulu ketika akad menjadi amanah pertama bahwa dirinya sudah bersedia berganti memikul beban ayah terhadap anak perempuannya hingga ke akhirat. Oleh karena, ada baiknya para perempuan banyak berdoa agar dipertemukan lelaki yang akan menjadi jodoh terbaik baginya.

Jangan Hanya Memandang Parasnya

Paras tampan rupawan biasanya menjadi salah satu kriteria bagi para perempuan. Padahal, tak jarang kebagusan paras ini sering dijadikan objek bagi lelaki untuk bisa menggaet banyak perempuan demi sebuah cap ‘penakhluk wanita’ di dadanya. Oleh karenanya, jangan hanya fokus memandang paras saja.

Paras yang baik tentu menjadi bonus bagi perempuan yang mendapatkannya. Hanya saja, bukan patokan wajah saja yang harus diutamakan. Melainkan kebaikan hati dan kepeduliannya padamu juga menjadi poin yang penting.

Tidak Terobsesi pada Hartanya

Mendapatkan lelaki kaya dan mapan pasti menjadi idaman para perempuan. Dengan fakta kesiapan finansial untuk dirinya dan keluarga menjadi sebuah indikator bahwa ia juga telah siap menjadi tameng bagimu hingga tua nanti.

Meski demikian, jangan terlalu terobsesi dengan kekayaannya. Benda yang disebut harta hanyalah titipan. Sewaktu-waktu bisa diambil dengan berbagai cara yang disiapkanNya. Ada baiknya kamu menyiapkan diri untuk mendampinginya, bagaimanapun kondisi yang sedang dialaminya.

Proses perjalanan untuk sukses dari nol bersama-sama akan lebih manis dirasakan dan bisa dijadikan bahan cerita bagi anak cucu nanti. Rasa lelah karena perjuangan yang dilakukan sepasang sejoli dalam menggapai kebahagiaan akan terasa lebih menyamankan untuk dikenang.

Baca Juga:  Bukan Hanya Janji Manis yang Tak Berarti, Buktikan Cintamu dengan Menikah

Temukan Click Point di Antara Dirimu dan Dirinya

Mencari jodoh bagi sebagian orang bisa dikatakan seperti mencari jarum di tumpukan jerami. Susah-susah gampang. Perkenalan dengan pasangan bisa dimulai dari mana saja. Entah kawan kerja, kawan sekolah, teman hangout, atau bisa juga karena dicomblangin orang-orang sekitar.

Meski proses bertemu masing-masing pasangan bisa berasal dari mana saja, nyatanya tak semua pertemuan itu berhasil hingga ke jenjang pernikahan. Banyak yang tak cocok, bahkan tak sejalan. Untuk mengukur tingkat kecocokanmu dan si dia, coba temukan click point untuk hubungan yang akan dibangun. Bagaimana cirinya?

Punya Visi Misi yang Sama

Ketika seorang lelaki dan perempuan punya visi misi hidup yang sama, maka jalannya rumah tangga akan lebih mudah dilalui bersama. Visi misi yang sama meski dengan tindakan yang berbeda justru akan saling melengkapi.

Contoh, sang lelaki ingin hidupnya bermanfaat untuk orang lain dengan membuka bisnis yang bisa memberdayakan banyak orang. Sementara sang perempuan ingin bermanfaat bagi orang lain dengan promosi anti sampah plastik di sebuah komunitas, membangun sebuah industri dengan limbah plastik dan seterusnya.

Jika kedua orang saling membantu dan support, bukan hal yang mustahil keduanya akan memberikan efek positif untuk lingkungan sekitarnya bahkan hingga lingkup yang lebih luas.

Memiliki Pandangan Masa Depan yang Sejalan

Jika gagal dalam perencanaan, maka sesungguhnya kamu sedang merencanakan kegagalan. Punya pandangan masa depan yang sejalan dan seirama akan membentuk sebuah tim antara dirimu dan dirinya, sehingga dampaknya akan lebih mantap dalam melangkah. Kegagalan yang terjadi bisa dijadikan sebuah batu loncatan agar bisa meraih mimpi yang lebih tinggi.

Tahu Kelemahan Masing-Masing

Apa yang terjadi jika seorang lelaki dan perempuan yang bersiap menikah tidak tahu kelemahan masing-masing? Akan banyak terjadi percekcokan dalam rumah tangga. Jika terus terjadi, sebagian besar pasangan akan mengambil langkah perceraian sebagai solusi.

Baca Juga:  Bukan Pacaran, Menikah adalah Bukti Cinta, Keseriusan, dan Penjagaannya Padamu

Alangkah lebih bijak bila kamu dan pasanganmu saling mengetahui titik lemah masing-masing. Hal ini agar keduanya bisa saling menempatkan diri bila terjadi permasalahan. Dengan demikian, adu mulut hingga layangan tinju bisa dihindarkan.

Bisa Menghargai Perbedaan

Pada dasarnya, pernikahan merupakan penyatuan dua kepala berbeda dengan segala keadaan yang melingkupinya. Pasangan yang menikah tak bisa serta merta menyalahkan latar belakang pengasuhan atau  hal lain di luar kuasa mereka ketika mendapati sikap yang menjemukan.

Keduanya harus lebih bisa saling mengalah, menghargai perbedaan  masing-masing dengan lebih bijak. Hal ini didasari dari perbedaan karakter keduanya yang tumbuh dari lingkungan yang berbeda. Ketika sepasang suami istri mampu menurunkan egonya, maka rumah tangga yang harmonis akan lebih mudah diraih bersama.

Di Atas Semua Kriteria, Pilihlah Lelaki Bertanggung Jawab

Seorang lelaki yang bertanggung jawab, biasanya akan menunjukkannya dalam kegiatan hariannya. Jodoh terbaik yang diharapkan perempuan harus tercermin dalam karakter yang ada dalam diri sang lelaki. Bagaimana melihat ciri lelaki yang bertanggung jawab?

Punya Inisiatif dan Cepat Tanggap

Berpikiran maju dan selalu fokus pada solusi merupakan salah satu cirinya. Lelaki yang bertanggung jawab tidak akan mudah mengeluh pada keadaan. Ia akan cepat tanggap dan peka dalam menghadapi masalah yang terjadi. Baik masalah pribadi maupun masalah di luar dirinya dan keluarga.

Selaras Antara Perkataan dan Perbuatan

Jangan mudah percaya pada lelaki yang plin-plan. Lelaki yang tidak selaras dalam perkataan dan perbuatan merupakan lelaki yang tak tegas. Sikap tak tegas akan berdampak pada keputusan-keputusan absurd yang bisa merugikan. Carilah seseorang yang bisa menyelaraskan perkataan dan perbuatannya. Saat memutuskan berkata A maka tindakannya juga A.

Baca Juga:  Berdoalah Bila Rindu, Agar Hati Tetap Dekat Meski Raga Berjauhan

Punya Skala Prioritas, Termasuk Kamu di Dalamnya

Lelaki yang bertanggung jawab akan menempatkan skala prioritas dalam hidupnya. Jika sebelum menikah, ia sudah menampakkan bahwa ia peduli dan mengutamakanmu dalam fase-fase terpenting dalam hidupnya, kamu layak mempertahankannya.

Jujur dalam Segala Kondisi

Sikap jujur merupakan sebuah karakter. Terlepas apapun latar belakangnya, seorang lelaki yang bisa bersikap jujur dalam segala kondisi adalah sosok yang bisa dijadikan panutan di masa datang. Ia akan berubah jadi suami yang bisa diandalkan, juga sebagai ayah yang akan menanamkan kebaikan bagi anak-anaknya.

Komunikatif dan Bisa Berdiskusi

Teknik komunikasi yang baik dengan pasangan akan membuat sang perempuan lebih nyaman dalam berbagi cerita. Caranya dalam menyampaikan pendapat, memberikan saran dan kritik, caranya dalam menasihati bisa dijadikan tolok ukur komunikasinya.

Lelaki yang sudah menambatkan hati, tak akan segan berdiskusi tanpa rahasia dengan pasangannya. Pendapat sang perempuan akan didengarkan sebagai masukan yang membangun. Kritiknya akan dijadikan sebuah lecutan agar bisa menjadi sosok yang lebih baik.

Jika perempuan memandang lelaki dari tanggung jawabnya sebagai calon imam, maka bagi lelaki bisa memandang kebaikan akhlaknya dan kecerdasannya sebagai calon ibu di masa yang akan datang. Hal ini dikarenakan ibu adalah seorang perempuan yang menjadi tiang negara. Dialah sosok yang akan mendidik generasi baru dengan ilmu yang dimilikinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *