Menikah itu adalah Proses Seumur Hidup bagi Semua Pasangan

Menikah itu adalah Proses Seumur Hidup bagi Semua Pasangan

Sebuah pernikahan memang menjadi momen yang selalu dinantikan oleh setiap orang. Menjadi sebuah momen yang sakral, tentu saja pernikahan akan dirayakan entah dengan berbagai cara. Seringkali orang menganggap bahwa pernikahan adalah akhir, padahal menikah itu adalah proses seumur hidup bagi setiap pasangan yang menjalaninya. Karenanya, selalu persiapkan dengan matang.

Hal-Hal yang Salah tentang Menikah

Dalam pengambilan keputusan untuk menikah tentu harus didasarkan pada berbagai hal. Jangan sampai keputusan untuk menikah justru menjadi blunder dan disesali di kemudian hari. Agar tidak menyesal di kemudian hari, hindari cara berpikir tentang pernikahan seperti berikut ini.

1. Menikah adalah Sebuah Prestasi

Seorang blogger pernah mengatakan bahwa pernikahan bukanlah sebuah prestasi. Tentu saja hal ini bisa dibenarkan. Mengingat pernikahan adalah sebuah momen yang sakral dan bukanlah sebuah ajang perlombaan. Apalagi jika perbandingannya hanya sekadar siapa yang menikah duluan. Toh, saat menikah juga tidak akan mendapatkan piala atau medali layaknya lomba lari.

Pernikahan haruslah menjadi sebuah proses seumur hidup bagi semua pasangan. Dan masing-masing pasangan tentu saja sudah memiliki waktunya sendiri untuk menikah. Setiap pasangan tentu berbeda, sehingga menikah tidak lantas bisa dijadikan sebagai ajang perlombaan. Persiapan yang tidak sebentar baik secara fisik, psikis, maupun finansial tiap pasangan tidaklah sama.

2. Menikah Ajang Tuntutan

Topik tentang pernikahan memang tidak akan pernah habis untuk dibahas. Bahkan pembahasannya selalu saja seru. Salah satu topik yang selalu menarik dibahas tentang pernikahan adalah tentang pernikahan muda. Bahkan soal pernikahan muda ini kini bisa menjadi ajang tuntutan kepada setiap orang yang dirasa sudah memasuki usia pernikahan.

Ajang tuntutan itu akhirnya membuat orang lain dengan mudah memutuskan dan berkomentar pada orang lain yang belum menikah. Komentar-komentar pedas yang seringnya dilontarkan itu tidak jarang membuat orang yang belum menikah menjadi stres. Padahal sejatinya, pernikahan itu selalu baik untuk setiap pasangan, entah  menikah muda, matang, atau tua.

Baca Juga:  Perempuan Yang Sibuk Berkarir, Apa Kesalahan?

3. Menikah adalah Solusi Masalah Hubungan

Salah satu yang tidak jarang pula terdengar di kehidupan sosial adalah bahwa menikah adalah solusi terhadap masalah yang ada di hubungan selama pacaran. Seakan-akan, jika ada sedikit masalah yang terjadi terhadap pasangan, menikah akan menjadi solusi. Padahal ini justru adalah sebuah kesalahan yang bisa berakibat sangat fatal pada kehidupan selanjutnya.

Tidak ada yang membenarkan bahwa jika saat ada masalah dalam hubungan, maka menikah adalah solusinya. Yang ada, hal itu bisa memperparah kondisi saat setelah menikah. Permasalahan yang timbul ketika masih pacaran sebetulnya bagus untuk mengenal karakter calon pasangan dan belajar mengatasi konflik. Percayalah, konflik setelah menikah tentu lebih besar daripada saat pacaran.

4. Menikah hanya Soal Seks

Ketika yang ada dalam pikiran adalah bahwa menikah agar bisa berhubungan seks secara legal, maka sebaiknya urungkan dulu niatan untuk menikah. Meski benr bahwa setelah menikah, seseorang bisa melakukan hubungan seks secara legal. Tetapi ada yang perlu diingat bahwa menikah itu tidak hanya sekadar untuk berhubungan seks semata.

Soal seks, persiapan sebelum menikah juga menyangkut dengan organ seksual. Oleh karena itu, badan kesehatan yang ada di Indonesia bahkan di dunia menetapkan usia minimal menikah. Salah satu alasannya adalah karena mempertimbangkan organ seksual. Saat usia masih terlalu muda, secara kesehatan, organ seksual juga belum siap dan justru berbahaya untuk kesehatan.

Yang Perlu diperhatikan Sebelum Menikah

Menikah membutuhkan sebuah kebulatan tekad yang amat sangat kuat. Mengingat menikah itu adalah proses seumur hidup bagi setiap pasangan. Persiapan harus maksimal baik secara fisik, mental, maupun finansial. Agar tidak terjadi penyesalan saat sudah berumah tangga nantinya, beberapa pertimbangan berikut ini layak diperhatikan sebelum menikah.

Baca Juga:  Bukan Dongeng, Nyatanya 10 Anggota Kerajaan Ini Nikahi Rakyat Biasa

1. Kriteria Pasangan yang Sesuai Pilihan

Menikah artinya akan menghabiskan waktu dengan orang yang sama hampir setiap hari, setiap jam, seumur hidup. Bahkan tidak hanya itu, menikah berarti juga harus berbagi dengan pasangan seumur hidup. Termasuk juga berbagi tempat tidur dengan pasangan. Pasangan inilah yang akan menjadi orang pertama yang dilihat setelah bangun tidur dan terakhir sebelum tidur.

Oleh karena itu, memilih pasangan yang sesuai pilihan tentu sudah menjadi wajib hukumnya. Memilih pasangan yang sesuai dengan pilihan tentu akan memudahkan dalam menjalani pernikahan selamanya. Mencari pasangan yang supportif terhadap diri sendiri juga bisa menjadi pertimbangan agar tidak menyesal pada saat menjalani kehidupan berumah tangga.

2. Siap Berkomitmen

Pernikahan adalah soal komitmen untuk bersama, menerima segala kekurangan pasangan, selama seumur hidup nanti. Setiap orang pasti memiliki kekurangan, itulah kemudian fungsi pasangan untuk melengkapi kekurangan yang dimiliki. Komitmen ini menjadi penting karena selama menikah nantinya pasti akan muncul konflik-konflik, yang memunculkan karakter-karakter asli pasangan, yang harus diselesaikan bersama.

Tidak sedikit ada yang mengatakan bahwa dalam pernikahan, cinta hanya memegang peranan selama 5-10 tahun saja, sisanya adalah komitmen yang dibuat untuk terus bersama. Dalam komitmen ini menyangkut juga apa-apa yang menjadi tanggung jawab dan hak masing-masing. Komitmen ini bisa membawa hubungan pernikahan berlangsung lama dan harmonis.

3. Punya Rencana Masa Depan

Selain memilih calon pasangan yang sesuai kriteria, tentu juga memilih pasangan yang memiliki rencana masa depan yang jelas dan matang. Dengan memiliki rencana masa depan yang jelas, tentu akan memiliki arah dan tujuan yang jelas pula selama pernikahan nanti. Jangan sampai setelah menikah nanti malah kehilangan arah dan tujuan hidup.

Baca Juga:  Michael Bloomberg, Pemilik¬†Bloomberg L.P.

Ada banyak rencana masa depan yang harus dipikirkan setelah menikah. Misalnya saja terkait soal anak, kapan berencana untuk punya anak, dan berapa jumlah anak juga termasuk. Selain itu, beberapa target lain seperti tempat tinggal atau beragam kebutuhan lain juga perlu direncanakan. Semakin jelas rencana, maka semakin mudah menentukan arah pernikahan nantinya.

4. Persiapan Menghadapi Konflik

Seperti yang sudah dijelaskan bahwa menikah itu adalah bukan sebuah solusi saat ada masalah dalam hubungan. Hal ini tentu saja karena perjalanan pernikahan itu bukan sebuah perjalanan yang pendek, melainkan perjalanan hidup yang sangat panjang, bahkan seumur hidup. Di tengah perjalanan selama pernikahan tentu akan muncul banyak sekali konflik.

Pernikahan memang bukan sebuah solusi saat ada masalah, justru sebaiknya selesaikan masalah agar bisa melihat bagaimana pasangan saat menghadapi masalah. Karena nantinya setelah menikah akan muncul masalah atau konflik yang jauh lebih besar. Di sinilah kemudian dibutuhkan persiapan mental untuk menyikapi pasangan saat ada konflik dan menyikapi konflik itu sendiri.

5. Kepercayaan Terhadap Pasangan

Selain komitmen, dalam pernikahan tentu dituntut untuk saling mempercayai pasangan satu sama lain. Rasa saling percaya ini akan membuat sesama pasangan tidak akan ada lagi yang ditutup-tutupi, apalagi jika itu adalah sebuah masalah. Mengingat menikah itu adalah proses seumur hidup bagi semua pasangan, maka pilihlah pasangan yang bisa dipercaya.

Seperti yang sudah dijelasakan di awal, pilihlah kriteria pasangan yang cocok. Salah satunya adalah pasangan yang bisa dipercaya. Dengan memilih pasangan yang bisa dipercaya, pasangan tentu tidak akan menghiananti kepercayaan yang sudah diberikan. Kepercayaan terhadap pasangan juga akan membuat hubungan lebih tenang dan damai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *