Pantaskan Diri, Maka Jodoh Akan Datang Di Saat Semua Siap

Pantaskan Diri, Maka Jodoh Akan Datang Di Saat Semua Siap

Berbicara mengenai jodoh memang selalu menghadirkan problematika tersendiri bagi seseorang baik muda atau tua bahkan pria atau wanita. Apalagi di era milenial seperti ini banyak sekali pasangan muda yang menyeruak kepermukaan dan mendapatkan sorotan. Fenomena nikah muda akhirnya membawa kegamangan bagi yang belum menikah, padahal tinggal pantaskan diri maka jodoh akan datang di saat semua siap.

Tidak perlu terlalu risau dan takut akan ketentuan Allah SWT perihal jodoh, rejeki bahkan maut. Jangan terfokus pada jodoh orang lain, pencapaian orang lain atau pernikahan orang lain karena bisa jadi itu tidak cocok bagi diri anda sendiri. Waktu untuk menikah memang amat berbeda antara satu dan lainnya, tidak bisa dipaksakan atau diprediksi.

Apa Yang Harus Dilakukan Saat Ingin Menjemput Jodoh?

Saat ini banyak sekali wanita atau pria yang stress dan seolah dikejar deadline untuk menikah padahal bisa saja pendidikannya belum tuntas. Menemukan jodoh bukanlah aksi kejar-kejaran atau lomba siapa cepat dia menang. Daripada risau, maka lebih baik pantaskan diri maka jodoh akan datang di saat semua siap dengan cara-cara berikut ini.

1. Mempersiapkan Diri

Seperti yang sudah disebutkan diatas bahwa jodoh bukanlah perihal siapa yang cepat dia dapat, jodoh adalah soal kapan kita siap menerima jodoh itu sendiri. Allah SWT sendiri tidak mungkin memberikan jodoh ketika dirasa si penerima jodoh belum mampu. Diri yang siap bukan hanya perihal fisik saja, tetapi soal psikis dan lainnya.

Lebih baik jika untuk yang masih menempuh pendidikan, fokuslah untuk menyelesaikan pendidikan. Bagi yang tengah bekerja dan mengejar karir, bisa matangkan karir yang ada sembari menambah keimanan kepada Allah SWT. Tentu saja untuk yang sudah mapan tapi belum bertemu jodoh, mungkin diri yang ada belum baik.

Terus mempersiapkan diri dengan menambah ilmu pengetahuan, ilmu agama dan memperbaiki lingkup pertemanan. Jangan lupa untuk senantiasa berdoa kepada Allah SWT untuk dilancarkan dalam segala keinginannya. Bagaimanapun Allah SWT lah yang tau kapan jodoh terbaik itu datang, bersiap saja!

Baca Juga:  Bukan Pacaran, Menikah adalah Bukti Cinta, Keseriusan, dan Penjagaannya Padamu

2. Nikmati Kejombloan Dengan Tetap Bersikap Positif

Jangan terlalu tertekan dengan status jomblo alias tidak memiliki pasangan meski lingkungan dan teman-teman terjerat dalam lingkup pacaran. Kuatkan iman dan ketakwaan untuk melangkah tetap dalam jalan yang positif dan yang diridhoi. Nikmati kesempatan jomblo untuk menambah kemajuan masa depan dan menghabiskan waktu untuk kebaikan.

Patut diperhatikan bahwa ketika menikah ada beberapa waktu yang tidak lagi bisa dihabiskan sendirian. Akan ada banyak waktu yang habis bersama pasangan untuk membina sebuah keluarga. Berbagai tekanan dan persoalan pernikahan tentu akan senantiasa mewarnai kehidupan pernikahan.

Namanya pernikahan itu tidak hanya soal berbahagia, terkadang masalah dan godaan menerpa jadi siapkan mental ya. Ketika masih lajang atau jomblo, semua hal terasa lebih mudah dan simple karena tidak memerlukan saran lainnya. Melakukan apapun yang disuka ketika lajang bisa dilakukan, namun ketika menikah lain ceritanya.

3. Tetap Percaya Diri

Sekali lagi, jangan pernah rendah diri dengan status lajang atau jomblo yang masih melekat. Tanamkan rasa percaya diri dalam diri sendiri untuk tetap berdiri tegar diantara kehidupan yang fana ini. Orang-orang yang tidak mampu percaya diri jelas ketika bertemu lawan jenis akan tidak meninggalkan kesan yang berarti.

Namun jika memiliki kepercayaan diri yang baik, tentu saja akan menghadirkan hawa dan vibe yang positif juga. Lawan jenis akan bisa melihat warna cerah dari diri sahabat yang selalu memiliki kepercayaan diri yang baik. Pastikan untuk selalu memiliki keyakinan dan keteguhan bahwa jodoh akan tetap datang meski waktunya tidak terprediksi.

Jangan pernah khawatir atas namanya keterlambatan jodoh, cukup berdoa dan berupaya semaksimal mungkin. Tidak ada salahnya untuk bersikap percaya diri dalam kehidupan bersosial karena dengan percaya diri semua akan terasa indah. Tetapi harus diingat bahwa jangan terlalu sombong dan narsis ya, bedakan percaya diri yang positif dengan membanggakan diri dengan over.

Baca Juga:  Cara Berkomunikasi Yang Baik Dalam Kehidupan Sehari-hari

4. Terbukalah Untuk Menjalin Pertemanan

Terbuka disini bukan berarti harus memiliki banyak teman tanpa saringan dan filter ya,bedakan teman yang baik dengan yang tidak. Pada era milenial seperti ini social media dan lingkup pertemanan bisa menjadi salah satu sarana bertemunya jodoh. Banyak sekali pasangan yang menikah berkat dari dijodohkan oleh teman atau melalui pertemuan dunia maya.

Memang tidak ada salahnya kok untuk membuka diri dengan orang luar dan lingkungan baru. siapa tau dengan membuka jalinan pertemanan,disitulah Allah SWT menurunkan jodoh bagi sahabat. Meski alangkah baiknya untuk memperhatikan lingkungan pertemanan yang dimaksud, jangan terlalu random ya.

Jika mungkin sahabat memiliki kesulitan untuk memulai lingkungan baru atau menjalin pertemanan baru, perlu mengubah ketakutannya ini. sangat tidak ada salahnya untuk menambah jalinan pertemanan karena bisa juga sebagai pembuka pengetahuan atau jalan lainnya. Jika masih malu atau kaku, mungkin bisa minta rekan atau sahabat dekat untuk membimbing upayanya ini, sehingga tidak selalu jalan ditempat.

5. Meyakinkan Diri Bahwa Selalu Ada Orang Baik Untuk Anda

Yakinkan diri untuk selalu berfikirkan akan selalu ada orang baik yang tepat untuk menjadi jodoh sahabat. Pastikan bahwa diri memiliki keyakinan akan selalu ada orang yang juga mencari sahabat di luaran sana. Tidak perlu risau bahwa sahabat tidak akan memiliki jodoh dan akan menjadi jomblo akut seumur hidup.

Di muka bumi ini ada banyak sekali manusia, miliaran bahkan tiriluan manusia yang hidup dan mendiami bumi. Pasti ada seseorang di belahan bumi ini yang juga tengah mencari jodoh lantas Allah SWT menuliskan itu sebagai jodoh sahabat. Tidak perlu berfikir pesimistis karena itu sama sekali tidak membantu dan hanya memperburuk keadaan.

Baca Juga:  Inilah Daftar Orang Paling Berpengaruh Di Dunia

Tidak ada kata untuk terlambat memperbaiki pemikiran dan diri, sembari benar-benar menunggu jodoh itu datang menemui sahabat. Teruslah berdoa, bekerja atau mengejar pendidikan dan menambah keimanan sehingga kesiapan diri semakin matang. Lantas ketika jodoh sudah mengetuk pintu rumah, semuanya sudah siap termasuk dengan mental dan segalanya.

6. Berniat Baik

Ketika berdoa ingin dimudahkan dengan jodoh, alangkah baiknya untuk meluruskan niat terlebih dahulu. Apa sebenarnya alasan sahabat meminta jodoh kepada Allah SWT dan untuk apa ingin menikah. Jangan sampai berniat menikah hanya karena sudah berumur, malu kepada teman yang sudah menikah atau gengsi karena ingin seperti teman lainnya.

Menikah adalah ibadah tertinggi dan bertujuan untuk menyempurnakan agama. Melakukan ibadah menikah tidak hanya semata-mata untuk kesenangan duniawi saja tetapi juga untuk beribadah pada Allah SWT. Ibadah pernikahan bukanlah hal main-main karena janjinya terikat langsung keatas langit.

Maka dari itu pastikan untuk memiliki niat baik dalam menikah, jangan sekali-kali sebagai ajang pamer dan lainnya. Niat yang kurang baik tentunya tidak akan di ijabah oleh Allah SWT. Maka bagi yang masih memiliki sikap dan niat yang kurang, alangkah baiknya untuk memperbaikinya terlebih dulu ya.

Nah itulah beberapa tips mengenai sikap untuk pantaskan diri, maka jodoh akan datang di saat semua siap. Tidak perlu risau, jangan gundah apalagi stress berkepanjangan karena semua sudah diatur oleh Allah SWT. Manusia hanya tinggal berupaya, berdoa dan memperbaiki diri setiap saat, semangat ya para pejuang jodoh!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *