Home » Blog » Abu Ubaidah ibn al-Jarrah – Sahabat yang Jujur dan Tepercaya

Abu Ubaidah ibn al-Jarrah – Sahabat yang Jujur dan Tepercaya

Abu Ubaidah ibn al-Jarrah

Abu Ubaidah ibn al-Jarrah salah seorang sahabat Nabi dari Suku Quraisy keturunan Fihir. la bernama Amir dan ayahnya bernama Abdullah ibn al-Jarrah. la termasuk orang yang segera memeluk Islam ketika mendengar seruan Nabi saw. la ikut serta dalam rombongan Hijrah ke Abisinia, tetapi kembali ke Makkah ketika mendengar selentingan bahwa semua penduduk Makkah telah memeluk Islam. Setelah itu, ia berhijrah ke Yatsrib bersama Nabi. Tiba di Yatsrib, Nabi saw. mempersaudarakannya dengan Sa‘d ibn Muaz al-Anshari al-Ausi al-Asyhali.

Ketika pecah Perang Badar, Abu Ubaidah berdiri tegap di barisan Rasulullah, sementara ayahnya (Abdullah ibn al-Jarrah) berbaris di antara pasukan musyrik. Saat perang berkecamuk, meski Abu Ubaidah berupaya menghindar untuk bertemu sang ayah, tetapi mereka bertemu juga. Abu Ubaidah tampak ragu menghadapi ayahnya, tetapi akhirnya ia mengeraskan tekad dan merobohkan ayahnya. Setelah itu turunlah firman Allah: (Q.S. Al-Mujadalah; 22)

لَا تَجِدُ قَوْمًا يُّؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ يُوَاۤدُّوْنَ مَنْ حَاۤدَّ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ وَلَوْ كَانُوْٓا اٰبَاۤءَهُمْ اَوْ اَبْنَاۤءَهُمْ اَوْ اِخْوَانَهُمْ اَوْ عَشِيْرَتَهُمْۗ اُولٰۤىِٕكَ كَتَبَ فِيْ قُلُوْبِهِمُ الْاِيْمَانَ وَاَيَّدَهُمْ بِرُوْحٍ مِّنْهُ ۗوَيُدْخِلُهُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَاۗ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُمْ وَرَضُوْا عَنْهُۗ اُولٰۤىِٕكَ حِزْبُ اللّٰهِ ۗ اَلَآ اِنَّ حِزْبَ اللّٰهِ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ ࣖ – ٢٢

Terjemah :
22. Engkau (Muhammad) tidak akan mendapatkan suatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapaknya, anaknya, saudaranya atau keluarganya. Mereka itulah orang-orang yang dalam hatinya telah ditanamkan Allah keimanan dan Allah telah menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang dari Dia. Lalu dimasukkan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah rida terhadap mereka dan mereka pun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Merekalah golongan Allah. Ingatlah, sesungguhnya golongan Allah itulah yang beruntung.

Dalam perang itu kaum muslim mendapatkan kemenangan yang gemilang atas pasukan musyrik.

Abu Ubaidah termasuk di antara sepuluh orang sahabat yang dijamin masuk surga. Hari yang sangat berkesan baginya adalah ketika berlangsung Perang Uhud, di saat Nabi saw. terkena lemparan musuh yang menanggalkan giginya dan melukainya sehingga darah mengalir dari wajahnya yang mulia.

Beberapa serpihan baju zirah menancap di pipi Rasulullah. Abu Ubaidah segera menolong beliau dan mencoba mencabut serpihan besi itu satu per satu dengan susah payah. la mencabut serpihan pertama dengan gigi depannya hingga salah giginya tanggal, dan kemudian mencabut serpihan lain dengan giginya hingga tanggal lagi salah satu gigi depannya. Karenanya, Abu Ubaidah kehilangan dua gigi seri dalam peristiwa itu. Pada saat itulah Nabi saw. menggelarinya dengan sebutan amîn aUummah (kepercayaan umat).

Imam Muslim mencatat sebuah hadis dalam kitabnya, yang diriwayatkan dari Abu Qalabah dari Anas r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Bagi setiap umat ada orang kepercayaan, dan kepercayaan kita, wahai sekalian umat, yaitu Abu Ubaidah ibn al-Jarrah”.

Diriwayatkan dari Syu’bah dari Abu Ishaq dari Shilah ibn Zufar dari Khudzaifah bahwa sekelompok orang Najran menemui Nabi saw. dan berkata, “Wahai Rasul, utuslah kepada kami seorang laki-laki yang tepercaya”.

Nabi saw. menjawab, “Aku pasti akan mengutus kepada kalian seorang laki-laki yang tepercaya, sangat tepercaya”.

Khudzaifah dan para sahabat yang hadir saat itu berharap diri merekalah yang dimaksudkan oleh Nabi saw., tetapi ternyata beliau memilih Abu Ubaidah ibn al-Jarrah sebagai utusan.

Umar ibn al-Khattab r.a. menuturkan, “Tak ada tugas yang paling kusukai dan kuharapkan saat itu selain tugas tersebut (menjadi utusan Nabi saw). Aku sangat berharap mendapatkan tugas itu”.

Setelah itu Nabi saw. menasihati dan berwasiat kepada Abu Ubaidah, “Pergilah bersama mereka. Putuskanlah hukum di antara mereka dengan benar mengenai apa yang mereka perselisihkan”.

Abu Ubaidah mengikuti semua peperangan bersama Rasulullah. la mendapat julukan al-Qawiy al-Amin (yang kuat yang tepercaya). Ketika terjadi Perang Yarmuk, Khalifah Abu Bakr mengangkat Khalid ibn al-Walid sebagai panglima pasukan. Ketika Khalifah Abu Bakr wafat, Umar ibn al-Khattab yang menjadi khalifah berikutnya mencopot Khalid ibn al-Walid dari jabatannya dan mengangkat Abu Ubaidah sebagai panglima. Namun, Abu Ubaidah merahasiakan surat perintah dari Khalifah hingga peperangan usai dan kaum muslim mendapat kemenangan atas tentara Romawi. Usai perang, ia menyerahkansurat perintah itu kepada Khalid. Setelah membacanya, Khalid berkata, “Semoga Allah memberi rahmat kepadamu, AbuUbaidah. Tapi, kenapa kau tidak langsung menyampaikan surat perintah ini kepadaku?”.

Abu Ubaidah menjawab, “Aku tidak mau mengganggu konsentrasi pasukan. Kita tidak sedang berbicara tentang urusan dunia, dan bukan pula karena dunia kita berperang. Kira semua adalah saudara dalam agama Allah”.

Dicerirakan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Hisyam ibn Urwah dari ayahnya, bahwa Khalifah Umar ibn al-Khattab mengunjungi Syam sehingga para pembesar di sana, baik sipil maupun militer, datang menghadapnya. Khalifah Umar berkata, “ Dimana saudaraku? ”.

Mereka bertanya, “Siapa?”

“ Abu Ubaidah ”.

“la akan segera menemuimu”.

Hisyam menuturkan bahwa kemudian Abu Ubaidah datang menunggangi unta yang diikat dengan tali. la memberi salam kepada Khalifah dan berkata kepada hadirin, “Pergilah kalian, Dan biarkan kami berdua!”.

Kemudian ia berjalan bersama Khalifah menuju rumahnya. Ketika melihat kondisi rumah Abu Ubaidah, Umar sangat kaget. la tidak melihat barang berharga di dalamnya. la hanya mendapati sebilah pedang, perisai, dan seekor hewan tunggangan ditambatkan di luar rumah. Khalifah Umar r.a. berkata, ambilah sedikit harta untuk dirimu”.

Abu Ubaidah menjawab, “Wahai Amirul Mukminin, harta inilah yang membuat kita bisa enak tidur”.

Dalam riwayat Iain diceritakan bahwa pada suatu hari, Umar r.a. bertanya kepada orang-orang yang hadir dalam majelisnya tentang keinginan mereka. Mereka pun satu per satu menyampaikan keinginannya. Usai semua orang berkata, Umar berujar, “Aku ingin ruangan ini penuh dengan orang-orang seperti Abu Ubaidah ibn al-Jarrah”.

Tidak lama setelah kunjungan Khalifah Umar, Abu Ubaidah menderita sakit keras hingga akhirnya meninggal dunia. Semoga Allah merahmatinya dan memberinya ganjaran surga.

You also like

Ka‘b ibn Zuhair ibn Abu Sulma Penyair Agung   

Ka‘b ibn Zuhair ibn Abu Sulma Penyair Agung   

Ka‘b ibn Zuhair ibn Abu Sulma adalah seorang sahabat Nabi keturunan Bani Zainah. la dikenal sebagai penyair ulung.…
Al-Hasan dan al-Husain Pemimpin Pemuda Surga   

Al-Hasan dan al-Husain Pemimpin Pemuda Surga   

Al-Hasan dan al-Husain adalah sahabat sekaligus cucu Rasulullah  saw. Keduanya adalah belahan hati Rasulullah saw. dan pemimpin para…
Hasil Peradaban Mongol Masa Islam

Perang Salib dalam Lintasan Sejarah

Perang Salib adalah perang agama yang terjadi selama hampir tiga abad sebagai reaksi umat Kristen di Eropa terhadap…
Abu Ayyub al-Anshari

Abu Ayyub al-Anshari – Tempat Persinggahan Nabi

Abu Ayyub al-Anshari adalah seorang sahabat Nabi dari kalangan Anshar, yang berasal dari suku Khazraj. Nama aslinya adalah…
Fairuz al-Dailami- Pembunuh al-Aswad al-Unsa al-Kazzab  

Fairuz al-Dailami- Pembunuh al-Aswad al-Unsa al-Kazzab  

Abu Umar ibn Abdul Bar menuturkan dalam kitab al-lsti'ab bahwa Fairuz al-Dailami adalah seorang sahabat Nabi yang  berasal dari…
Ashim ibn Tsabit  Jasadnya Dilindungi Lebah  

Ashim ibn Tsabit – Jasadnya Dilindungi Lebah  

Ashim ibn Tsabit sahabat Nabi dari kalangan Anshar yang berasal dari suku Aus keturunan Bani Dhubay. la mendapat…

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Shopping Cart

No products in the cart.

Return to shop

Nama Toko

Selamat datang di Toko Kami. Kami siap membantu semua kebutuhan Anda

Selamat datang, ada yang bisa Saya bantu