Home » Blog » Ashim ibn Tsabit – Jasadnya Dilindungi Lebah  

Ashim ibn Tsabit – Jasadnya Dilindungi Lebah  

Ashim ibn Tsabit  Jasadnya Dilindungi Lebah  

Ashim ibn Tsabit sahabat Nabi dari kalangan Anshar yang berasal dari suku Aus keturunan Bani Dhubay. la mendapat kemuliaan tersendiri di sisi Allah.

Allah berfirman, Kekuatan itu hanyalah bagi Allah, bagi  Rasul-Nya, dan bagi orang mukmin.

يَقُوْلُوْنَ لَىِٕنْ رَّجَعْنَآ اِلَى الْمَدِيْنَةِ لَيُخْرِجَنَّ الْاَعَزُّ مِنْهَا الْاَذَلَّ ۗوَلِلّٰهِ الْعِزَّةُ وَلِرَسُوْلِهٖ وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ وَلٰكِنَّ الْمُنٰفِقِيْنَ لَا يَعْلَمُوْنَ ࣖ – ٨

Terjemah :
Mereka berkata, “Sungguh, jika kita kembali ke Madinah (dari perang Bani Mustaliq), pastilah orang yang kuat akan mengusir orang-orang yang lemah dari sana,” padahal kekuatan itu hanyalah milik Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang mukmin. Akan tetapi, orang-orang munafik itu tidak mengetahui. (Q.S 63; 8)

Pertolongan Allah sungguh maha luas. Dialah sebaik-baik  penjaga bagi orang-orang yang beriman kepada-Nya. Pertolongan Allah tak ada habisnya diberikan kepada orang beriman siang dan malam, karena Dia tak pernah tidur atau pun lelah. Ashim ibn Tsabit ibn Abu al-Aqlah al-Arfshari al-Ausi adalah orang yang sangat mencintai Allah dan Rasul-Nya serta kaum muslim. la kerap disapa dengan nama Abu Sulaiman. la termasuk golongan yang disebutkan dalam firman Allah:

Orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam)  di antara orang Muhajirin dan Ansar dan orang yang mengikuti mereka dengan baik. Allah rida kepada mereka, dan  mereka pun rida kepada Allah, dan Allah menyediakan bagi  mereka surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya. Mereka kekal di dalatnrtya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar.

وَالسّٰبِقُوْنَ الْاَوَّلُوْنَ مِنَ الْمُهٰجِرِيْنَ وَالْاَنْصَارِ وَالَّذِيْنَ اتَّبَعُوْهُمْ بِاِحْسَانٍۙ رَّضِيَ اللّٰهُ عَنْهُمْ وَرَضُوْا عَنْهُ وَاَعَدَّ لَهُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ تَحْتَهَا الْاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَآ اَبَدًا ۗذٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيْمُ – ١٠٠

Terjemah :
Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Ansar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada-Nya. Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang agung. (Q.S At-Taubah; 100)

Ashim termasuk dalam golongan orang yang pertama-tama masuk Islam. Perang Badar menjadi medan pembuktian keimanan bagi kaum muslim. Perang itu menjadi ujian besar, karena mereka harus menghadapi pasuka lebih besar. Mereka sukses melewati ujian itu dan mendapat kemenangan yang besar. Ashim ikut serta dalam yang jumlahnya peperangan itu. la menyaksikan para pemuka Quraisy terkapar berkalang  tanah.

Suatu hari Rasulullah saw. mengajukan pertanyaan kepada para sahabatnya tentang cara berperang, Ashim ibn Tsabir mengambil tombak dan perisainya, lain menjawab, “  musuh sudah dekat, kira-kira 200 hasta, senjata yang harus digunakan adalah panah. Jika jarak mereka kira-kira bak, gunakanlah tombak untuk bertempur sampai tombak kita patah. Jika tombak sudah patah, singkirkan tombak, dan gunakanlah pedang untuk pertarungan jarak dekat.”

Nabi saw. bersabda, “Begitulah perang dijalankan, barang siapa yang berperang hendaklah ia berperang seperti Ashim berperang.”

Berbahagiaiah Ashim, karena pandangannya diakui oleh  seorang manusia yang paling mulia dan sangat memahami cara berperang. Ashim sendiri adalah salah seorang dari empat orang kebanggaan suku Aus. Tiga orang lainnya adalah Sa‘d ibn Muaz yang kematiannya menggetarkan Arasy, Hanzalah ibn Abu Amir yang jenazahnya dimandikan para malaikat, dan Khuzaimah ibn Tsabit—ecmilik dua kesaksian. Rasulullah saw.  menyatakan bahwa kesaksian seorang Hanzalah setara dengan kesaksian dua laki-laki. Hanya Hanzalah seorang yang mendapat kemuliaan seperti itu.

Ashim ikut merasakan kecamuk Perang Badar yang sangat dahsyat. Saat itu, kaum muslim menyaksikan bagaimana para pemuka kafir tewas terbunuh. Hari Badar menjadi salah satu bukti yang menegaskan kemuliaan Islam dan kesesatan kaum musyrik.

Pada Perang Badar dan Uhud, Ashim membuktikan ke beranian dan kepahlawanannya. Di Perang Badar, Rasulullah saw. menyuruhnya membunuh pemimpin Quraisy kedua setelah Abu Jahal, yaitu Uqbah ibn Abu Mu’ith, yang berhasil ditawan oleh pasukan muslim. Dan saat Perang Uhud, ia berhasil membunuh Musafi dan Kilab—dua bersaudara putra Thalhah ibn Abu Thalhah; keduanya terkapar oleh anak panah Ashim. Sebelum mengembuskan napas terakhirnya, salah seorang dari  dua bersaudara itu berkata kepada ibunya bahwa orang yang memanahnya berkata, “Rasakanlah! Aku adalah Ibn Abu al-Aqlah.” Salafah bersumpah bahwa ia minum arak dari tengkorak kepala Ashim.

Pada tahun keempat Hijrah, datang para utusan dari beberapa penjuru Jazirah ke Madinah. Mereka menghadap Rasulullah saw. dan bersyahadat. Mereka memohon agar beliau mengutus beberapa sahabat untuk mengajarkan agama dan membacakan Al-Quran kepada kaum mereka. Maka, beliau menyuruh enam orang sahabatnya untuk mengemban tugas itu.  Mereka adalah Martsad ibn Abu Martsad—pimpinan rombongan,

Ashim ibn Tsabit ibn Abu al-Aqlah, Khalid ibn al Bukair, Khubaib ibn Adi, Zaid ibn al-Datsinah, dan Abdullah ibn Thariq.

Namun, saat rombongan itu tiba di mata air al-Raji, milik  suku Hudzail, keenam sahabat itu dikepung. Ketika mereka meminta bantuan kepada suku Hudzail, tak seorang pun mau menolong. Tak ada jalan lain, mereka hunus senjata masingmasing dan siap bertarung. Namun, para penyerang itu berkata, “Demi Allah, kami tak ingin membunuh kalian. Kami ingin membawa kalian kepada penduduk Makkah agar kami mendapat imbalan.”

Mereka berjanji tidak akan menyakiti para sahabat itu,  namun Martsad ibn Abu Martsad, Ibn al-Bukair, dan Ashim menolak tawaran mereka. Ketiganya berkata, “Demi Allah,  kami tidak menerima janji atau ikatan apa pun dari orang musyrik.”

Ketiga sahabat itu memilih bertarung hingga mereka terbunuh. Sementara, tiga sahabat lainnya, yaitu Zaid, Khubaib, dan Ibn Thariq memilih ditawan, berharap mereka akan selamat di Makkah. Para penyerang itu memutuskan tali busur panah mereka, dan mengikat ketiga tawanan dengan tali busur tersebut. Baru beberapa saat rombongan itu berjalan, Abdullah ibn Thariq berhasil melepaskan ikatan, lalu merebut pedang  dan menyerang musuh. Sayang, musuh melihat upayanya itu dan langsung melemparkan batu besar ke arahnya hingga ia  wafat. Jasadnya dikuburkan di daerah Zahran.

Mereka melanjutkan perjalanan menggiring Khubaib dan  Zaid hingga tiba di Makkah. Zaid dibeli oleh Shafwan ibn Umayyah, sementara Khubaib dibeli oleh Hajar ibn Abu Ihab  al-Tamimi untuk diberikan kepada Uqbah ibn al-Harits ibn  Amir. Keduanya dibeli untuk dibunuh sebagai balas dendam  atas kematian anggota keluarga mereka dalam Perang Badar  dan Perang Uhud.

Setelah berhasil membunuh Ashim ibn Tsabit, suku Hudzail bermaksud memenggal kepalanya untuk dijual kepada Salafah bint Sa‘d yang pernah bersumpah akan minum arak dari teng korak Ashim. Ketika mereka mendekari jasad Ashim, tiba-tiba gerombolan lebah menutupi tubuh Ashim bagaikan awan hitam. Mereka tak dapat mendekati apalagi menyentuh jasad Ashim untuk memenggal kepalanya. Lebah itu adalah tentara Allah, sebagaimana dijelaskan dalam firman-Nya: Dan tidak  ada yang mengetahui tentara Tuhanmu melainkan Dia sendiri.’

وَمَا جَعَلْنَآ اَصْحٰبَ النَّارِ اِلَّا مَلٰۤىِٕكَةً ۖوَّمَا جَعَلْنَا عِدَّتَهُمْ اِلَّا فِتْنَةً لِّلَّذِيْنَ كَفَرُوْاۙ لِيَسْتَيْقِنَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ وَيَزْدَادَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِيْمَانًا وَّلَا يَرْتَابَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ وَالْمُؤْمِنُوْنَۙ وَلِيَقُوْلَ الَّذِيْنَ فِيْ قُلُوْبِهِمْ مَّرَضٌ وَّالْكٰفِرُوْنَ مَاذَآ اَرَادَ اللّٰهُ بِهٰذَا مَثَلًاۗ كَذٰلِكَ يُضِلُّ اللّٰهُ مَنْ يَّشَاۤءُ وَيَهْدِيْ مَنْ يَّشَاۤءُۗ وَمَا يَعْلَمُ جُنُوْدَ رَبِّكَ اِلَّا هُوَۗ وَمَا هِيَ اِلَّا ذِكْرٰى لِلْبَشَرِ ࣖ – ٣١

Terjemah :
Kami tidak menjadikan para penjaga neraka, kecuali para malaikat dan Kami tidak menentukan bilangan mereka itu, kecuali sebagai cobaan bagi orang-orang kafir. (Yang demikian itu) agar orang-orang yang diberi kitab menjadi yakin, orang yang beriman bertambah imannya, orang-orang yang diberi kitab dan orang-orang mukmin itu tidak ragu-ragu, serta orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir (berkata,) “Apakah yang dikehendaki Allah dengan (bilangan) ini sebagai suatu perumpamaan?” Demikianlah Allah membiarkan sesat orang-orang yang Dia kehendaki (berdasarkan kecenderungan dan pilihan mereka sendiri) dan memberi petunjuk kepada orang-orang yang Dia kehendaki (berdasarkan kesiapan mereka untuk menerima petunjuk). Tidak ada yang mengetahui bala tentara Tuhanmu kecuali Dia sendiri. Ia (neraka Saqar itu) tidak lain hanyalah peringatan bagi manusia. (Q.S Muddassir; 31)

Menyaksikan kejadian tersebut, mereka berkata satu sama lain, “Lebih baik kita tunggu sampai malam hingga lebah-lebah itu pergi. Baru kemudian kita ambil kembali jasadnya.” Saat mereka menunggu, tiba-tiba muncul air bah dari atas bukit menghanyutkan jenazah Ashim. Hanya Allah yang tahu kemana jenazah itu hanyut.

Ketika mendengar kabar tentang Ashim, Umar ibn al Khattab berkata, “Sungguh ajaib cara Allah menjaga hamba-Nya yang beriman. Ashim pernah bersumpah tidak akan disentuh dan menyentuh seorang musyrik pun selama hidupnya. Maka, Allah menjaganya setelah ia wafat sebagaimana Dia menjaganya semasa hidup.” Benar, siapa saja yang benar-benar memegang janji kepada Allah, niscaya Dia akan memenuhi janji-Nya.

Semoga Allah merahmatinya.

You also like

Abu Ayyub al-Anshari

Abu Ayyub al-Anshari – Tempat Persinggahan Nabi

Abu Ayyub al-Anshari adalah seorang sahabat Nabi dari kalangan Anshar, yang berasal dari suku Khazraj. Nama aslinya adalah…
Fairuz al-Dailami- Pembunuh al-Aswad al-Unsa al-Kazzab  

Fairuz al-Dailami- Pembunuh al-Aswad al-Unsa al-Kazzab  

Abu Umar ibn Abdul Bar menuturkan dalam kitab al-lsti'ab bahwa Fairuz al-Dailami adalah seorang sahabat Nabi yang  berasal dari…
Dihyah al-Kalabi; Jibril Turun  dalam Rupa Dirinya  

Dihyah al-Kalabi; Jibril Turun  dalam Rupa Dirinya  

Dihyah al-Kalabi adalah sahabat Nabi yang berasal dari suku al-Kalabi. Ayahnya bernama Khulaifah ibn Farwah ibn Fadhalah. la…
Al-Barra ibn Ma‘rur Pemimpin Baiat Aqabah Kedua

Al-Barra ibn Ma‘rur Pemimpin Baiat Aqabah Kedua

Al-Barra ibn Ma‘rur sahabat Nabi dari kalangan Anshar yang  berasal dari kabilah Khazraj, keturunan Bani Silmi. Ayahnya  bernama…
Al-Barra ibn Malik; Membunuh 100 Orang Persia

Al-Barra ibn Malik; Membunuh 100 Orang Persia

Al-Barra ibn Malik adalah sahabat Nabi dari kalangan Anshar,  yang berasal dari kabilah Khazraj, keturunan Bani Najjar.  Ayahnya…
Pengiriman Pasukan Usamah

Pengiriman Pasukan Usamah

Segala ancaman pemberontakan yang kini tersebar di negeri-negeri Arab bukan tidak diketahui oleh Abu Bakr dan sahabat-sahabatnya dari…

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Shopping Cart

No products in the cart.

Return to shop

Nama Toko

Selamat datang di Toko Kami. Kami siap membantu semua kebutuhan Anda

Selamat datang, ada yang bisa Saya bantu