Home » Blog » Juwairiyah bint al-Haris; Umm al-Mu’minin, al-Hilwah al-Malahah

Juwairiyah bint al-Haris; Umm al-Mu’minin, al-Hilwah al-Malahah

Juwairiyah bint al-Haris; Umm al-Mu’minin, al-Hilwah al-Malahah

Biografi

Setelah perang Uhud dan setelah kaum kafir Quraisy menghentikan kontak bersenjata dengan kaum muslimin sebagaimana yang mereka janjikan, Rasulullah saw. bisa melakukan konsolidasi ke daerah selatan dan kemudian bergerak ke daerah utara Semenanjung Arabia untuk melakukan dakwah terhadap kabilah-kabilah di sekitar Daumatul Jandal. Hal ini karena di daerah tersebut terdapat kelompok kelompok yang melakukan pembajakan dan perampokan terhadap setiap  pedagang yang melewati kawasan tersebut. Mereka pun berniat hendak  menyerang Madinah dan menyiapkan kekuatan dalam jumlah besar untuk  misi tersebut.

Ketika Rasulullah saw. mengetahui keberadaan kelompok kelompok tersebut, maka beliau menyiapkan penyerbuan secara  mendadak sehingga mereka ketakutan dan lari. Operasi dakwah  dilanjutkan terhadap Bani Mustaliq yang sedang mempersiapkan  kekuatan dan telah siap untuk menyerang Madinah di bawah pimpinan al Haris ibn Abi Dirar, ayah Juwairiyah. Sebelum peperangan terjadi,  Rasulullah mengutus Umar untuk mengajak mereka berdamai dan  menyerah dengan baik-baik, namun permintaan itu mereka tolak.  Pertempuran pun terjadi di sekitar sumber air yang bernama al-Murisi’.  Mereka kalah dan hanya sepuluh orang saja yang berhasil meloloskan diri. Mereka berhasil ditawan, termasuk Juwairiyah yang kemudian memeluk Islam, dan keislamannya itu merupakan awal kebaikan bagi kaumnya.

Juwairiyah telah membawa berkah besar bagi kaumnya, Bani Mustaliq. Setelah ia memeluk Islam, Bani Mustaliq mengikrarkan diri menjadi pengikut Rasulullah. Hal ini pernah diungkapkan Aisyah, “Aku  tidak mengetahui jika ada seorang perempuan yang lebih banyak  berkahnya terhadap kaumnya daripada Juwairiyah.”

Juwairiyah memiliki nama lengkap Juwairiyyah bint al-Haris ibn  Abi Dirar ibn Hubaib ibn Aiz ibn Malik ibn Juzaimah ibn Mustaliq ibn Khuza’ah.118 Ia adalah putri seorang pemimpin Bani al-Mustaliq yang bernama Al-Haris ibn Abi Dirar yang sangat memusuhi Islam. Rasulullah saw. memerangi mereka sehingga banyak kalangan mereka yang terbunuh dan para perempuannya menjadi tawanan perang.

Juwairiyah dilahirkan empat belas tahun sebelum Nabi hijrah ke  Madinah. Semula namanya adalah Burrah, yang kemudian diganti  menjadi Juwairiyah. Ia memiliki sifat dan kehormatan sebagai keluarga  seorang pemimpin. Ia adalah gadis cantik yang paling luas ilmunya dan  paling baik budi pekertinya di antara kaumnya. Ia menikah dengan anak pamannya yang bernama Musafi’ ibn Safwan, yang tewas dalam pertempuran dengan kaum muslimin.

Keteladanan Juwairiyah

Orang-orang musyrik Bani al-Mustaliq berniat menghancurkan kaum muslimin di bawah pimpinan Al-Haris ibn Abi Dirar, ayah Juwairiyyah. Al-Haris sudah mengetahui kekalahan orang-orang Quraisy  yang berturut-turut oleh kaum muslimin. Al-Haris beranggapan, jika  pasukannya berhasil mengalahkan kaum muslimin, mereka dapat menjadi  penguasa suku-suku Arab setelah kekuasaan bangsa Quraisy. Al-Haris  menghasut pengikutnya untuk memerangi Rasulullah dan kaum muslimin. Akan tetapi, kabar tentang persiapan penyerangan tersebut terdengar oleh Rasulullah, sehingga beliau berinisiatif untuk mendahului menyerang orang-orang musyrik Bani al-Mustaliq.

Dalam penyerangan tersebut, Aisyah turut bersama Rasulullah,  yang kemudian meriwayatkan pertemuan Rasulullah dengan Juwairiyah setelah dia menjadi tawanan. Perang antara pasukan kaum muslimin  dengan Bani al-Mustaliq pun pecah, dan akhirnya dimenangkan oleh pasukan muslimin. Pemimpin mereka, al-Haris, melarikan diri, dan putrinya, Juwairiyah, tertawan di tangan Sabit ibn Qais al-Ansari. Juwairiyah mendatangi Rasulullah dan mengadukan kehinaan dan kemalangan yang menimpanya, terutama tentang suaminya yang terbunuh dalam peperangan tersebut.

Mengenai hal ini, Aisyah mengemukakan cerita sebagaimana yang  disebutkan oleh Ibnu Sa’ad dalam Thabaqatnya,

Kemudian beliau kembali lagi menemuiku di pertengahan siang, ketika  aku sedang mengerjakan salat. Beliau bertanya, apakah engkau masih saja  duduk mengerjakan salat? Juwairiyah menjawab, “Ya.” Rasulullah saw.  kemudian bersabda, “Maukah engkau kuberitahu zikir yang senilai  dengan ibadahmu tadi? Zikir itu adalah:

‘Maha Suci Allah, sebanyak yang Dia ciptakan. Maha Suci Allah  Penghias Arsy-Nya. Maha Suci Allah, unsur seluruh kalimat-Nya.”

Teladan yang dapat diambil dari perjalanan hidup Juwairiyah ini  adalah tingginya cita-cita Juwairiyah. Ia menginginkan kebebasan dirinya  dari statusnya sebagai tawanan perang, maka Allah menggantinya dengan  kedudukan yang lebih mulia dari itu, yaitu kebebasan dan menjadi istri  Rasulullah saw. Keimanan dan keislamannya diperkokoh dengan ibadah  yang dilakukannya, serta tidak mau menyibukkan diri dengan urusan  duniawi yang tidak penting.

Setelah Rasulullah saw. meninggal dunia, Juwairiyah  mengasingkan diri dan memperbanyak ibadah serta bersedekah di jalan  Allah dengan harta yang diterimanya dari Bait al-Mal. Juwairiyah wafat  pada masa kekhalifahan Mu’awiyah ibn Abu Sufyan, pada bulan Rabi’ al Awwal tahun 58 Hijriyah pada usianya yang ke-60 puluh di Madinah.

Dia dimakamkan di Baqi’, bersebelahan dengan makam istri-istri  Rasulullah saw. yang lain. Marwan ibn al-Hakam yang memimpin salat  jenazahnya, ketika itu ia menjabat sebagai gubernur Madinah.

You also like

Zainab bint Khuzaimah

Zainab bint Khuzaimah; Umm al-Mu’minin & Umm al-Masakin

Biografi Nama lengkapnya Zainab binti Khuzaimah ibn Haris ibn Abdillah  ibn Amru ibn Abdi Manaf ibn Hilal ibn…

Zainab bint Jahsy; Umm al-Mu’minin yang Sangat Khusyu’ Beribadah

Biografi Setelah Rasulullah saw. menikah dengan Ummu Salamah, Rasulullah saw. menikah dengan Zainab binti Jahsy. Ia adalah sepupu Rasulullah…
Pernikahan Nabi Muhammad dan Khadijah

Pernikahan Nabi Muhammad dan Khadijah

Dia adalah Khadijah binti Khuwailid ibnu Asad ibnu 'Abdil 'Uzzâ ibnu Qushay. Pada nama Qushay, kakeknya yang keempat,…
Saudah bint Zam‘Ah

Saudah bint Zam‘ah; Umm al-Mu’minin

Biografi Ia memiliki nama lengkap Saudah bint Zam‘ah ibn Qais ibn Abd  Syams al-Qurasyiyyah al-Amiriyyah. Sedangkan ibunya bernama…
Khadijah bint Khuwailid

Khadijah bint Khuwailid; Umm al-Mu’minin & Pebisnis Ulung

Ia memiliki nama Khadijah bint Khuwailid ibn Asad ibn Adil Uzza ibn Qusai ibn Kilab ibn Murrah ibn…
Rumah Tangga Muhammad Dan Khadijah

Rumah Tangga Muhammad Dan Khadijah

وَمِنْ اٰيٰتِهٖٓ اَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوْٓا اِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَّوَدَّةً وَّرَحْمَةً ۗاِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ…

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Shopping Cart

No products in the cart.

Return to shop

Nama Toko

Selamat datang di Toko Kami. Kami siap membantu semua kebutuhan Anda

Selamat datang, ada yang bisa Saya bantu