Home » Blog » Profil Singkat Sahabat Nabi Berawalan Huruf A (4)

Profil Singkat Sahabat Nabi Berawalan Huruf A (4)

Profil Singkat Sahabat Nabi Berawalan Huruf A

Sahabat Nabi adalah orang-orang yang mengenal dan melihat langsung Nabi Muhammad, membantu perjuangannya dan meninggal dalam keadaan Muslim. Secara terminologi, kata ṣahabat merupakan bentuk jama’/plural dari kata ṣahabi yang bermakna membersamai, mendampingi, dan berinteraksi langsung.

Para Sahabat yang utama mempunyai hubungan yang sangat erat dengan Nabi Muhammad, sebab mereka merupakan penolongnya dan juga merupakan murid dan penerusnya. Bagi dunia Islam saat ini, sahabat Nabi berperan amat penting, yaitu sebagai jembatan penyampaian hadis dan sunnah Nabi Muhammad yang mereka riwayatkan.

Abdullah ibn Zaid ibn Ashim

Abdullah ibn Zaid adalah anak dari Zaid ibn Ashim bin Tsalabah, ibunya bernama Nusaibah ibnt Ka’ab, salah seorang sahabiyah yang terkenal. Abdullah bin Zaid termasuk dalam 70 orang rombongan Yastrib yang pertama-tama masuk Islam dan melakukan baiat dengan Rasulallah di Aqabah. Kesetiaan dan kecintaannya kepada beliau tidak perlu diragukan lagi. Dirinya telah ia gadaikan untuk Allah SWT dan Rasul-Nya.

Abdullah ibn Zaid ikut serta dalam Perang Badar, dan ia membuktikan kewiraannya. Namun, Ibn Abdil Barr Abu Umar berpendapat bahwa ia tidak ikut dalam Perang Badar. Ibn Abdil Barr berkata, “la ikut dalam Perang Uhud.” Pendapat ini disepakati pula oleh Ibn al-Atsir yang mengatakan bahwa ia ikut dalam Perang Uhud bersama ayahnya Zaid ibn Ashim, ibunya Ummu Umarah, dan saudaranya Habib ibn Zaid.

Abdullah ibn Zaid sendiri gugur sebagai syahid dalam perang Hurrah di masa Yazid ibn Muawiyah pada 63 Hijrah.

Abdullah Dzul Bijadain

Usai shalat Subuh, Rasulullah biasa menyalami para sahabatnya. Dan pagi itu, ada wajah baru di Masjid Nabawi.

“Engkau siapa?” tanya Rasulullah kepada laki-laki yang mengenakan pakaian kasar dan sangat sederhana. Sarung dan bajunya tampak terbuat dari kain yang sama, warnanya juga tak berbeda.

Laki-laki itu kemudian mengisahkan perjalanannya.

“Namaku Abdul Uzza. Aku hidup bersama pamanku di Muzaniyah. Cukup lama aku merahasiakan keislamanku. Hingga kemarin ketika pamanku mengetahui, ia mengusirku. Ia meminta kembali seluruh pemberiannya, bahkan baju yang aku kenakan. Aku serahkan bajuku saat itu juga. Lalu aku pulang ke ibuku dan ia memotong kain kasar ini menjadi dua. Satu untuk sarungku, satu untuk baju.”

Abdurrahman ibn Abu Bakar

Abdurrahman ibn Abi Bakar adalah Sahabat Nabi Muhammad yang juga merupakan anak dari Khalifah pertama Abu Bakar dan memilki adik kandung bernama Aisyah. Tidak seperti keluarga lainnya yang telah lebih dahulu memeluk Islam, ia memeluk Islam setelah terjadinya Fathu Makkah.

Pada masa Jahiliah, Ummu Ruman bint Amir ibn Uwaimir menikah dengan Abdullah ibn al-Harits ibn Sukhrabah al Azadi. Dari perkawinan itu mereka dikarunia seorang putra bernama al-Thufail. Setelah Abdullah ibn al-Harits wafat, Ummu Ruman menikah lagi dengan Abu Bakr al-Shiddiq. Dari perkawinan itu lahir Aisyah Urnmul Miikminin dan Abdurrahman ibn Abu Bakr. Sebelum memeluk Islam, namanya adalah Abdul Ka’bah. Setelah masuk Islam, Nabi saw. mengganti namanya menjadi Abdurrahman.

Kearifan Islam berpengaruh besar terhadap kepribadian Abdurrahman. Kini, ia bersemangat membela agamanya dan semakin hari rasa keterikatannya terhadap Islam semakin kuat, terutama ketika ia mendengar panggilan jihad.

Abu al Ash ibn Rabi’

Abu al-‘Ash bin Rabi’ adalah menantu Rasulullah saw. Ia adalah putra saudara perempuan Khadijah dan suami dari Zainab. Ia dalam perang Badar menjadi tawanan kaum muslimin, namun kemudian dibebaskan. Setelah beberapa tahun, pada tahun 6 H, ia menyatakan diri untuk masuk Islam dan kemudian berhijrah dari Mekah ke Madinah.

Hubungannya dengan Rasuluilah terjalin atas dasar cinta dan sikap saling menghormati. Tak pernah sekali pun terjadi perselisihan antara dirinya dan Rasuluilah, apalagi sikap saling memusuhi. Namun, tak ada sesuatu yang abadi di dunia ini, begitu pun dengan hubungan baik yang terjalin antara Abu al Ash dan Rasuluilah saw. Suatu hari, Abu al-Ash bersama kafilah dagang yang dipimpinnya pulang dari perjalanan dagang yang memberinya banyak keuntungan. Mereka pulang ke Makkah dengan penuh sukacita. Namun, di perjalanan menuju rumahnya, Abu al-Ash mendengar kabar yang mengejutkan tentangMuhammad saw., yang dikatakan oleh sebagian orang Makkah telah menghina tuhan-tuhan mereka dan menyerukan agama baru, agama Islam. Tiba-riba raut mukanya berubah dan ia merasa gelisah mendengar kabar tersebut. la pun bergegas pulang untuk mencari kebenaran tentang kabar itu.

Ketika terjadi Perang Badar Abu al-Ash turun ke medan perang dan bergabung dengan pasukan musyrik. Namun, dalam peperangan itu ia tertawan oleh Abdullah ibn Jubair ibn al Nu‘man al-Anshari. Selain dirinya, ada banyak orang Makkah yang juga ditawan oleh pasukan muslim. Perang Badar menjadi Momentum pertama yang menanclai kehancuran suku Quraisy. Dalam perang itu beberapa pemimpin Quraisy tewas terbunuh dan sebagian lainnya digiring sebagai tawanan.

Abu Ayyub Al Anshari

Abu Ayyub al-Anshari adalah seorang sahabat Nabi Muhammad yang paling tua sekali. Di antara kemuliaannya adalah singgahnya Nabi Muhammad selama kurang lebih tujuh bulan di rumahnya ketika datang hijrah dari Mekkah ke Madinah. Abu Ayyub hidup pada zaman Abu Bakar, Umar, Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib.

Suami-istri dari kalangan Anshar ini adalah penduduk Madinah yang sangat mulia. Ketika hijrah, Rasulullah saw. bertamu ke rumah dan tinggal di rumah Abu Ayyub hingga rampung pembangunan Masjid Nabawi al-Syarif dengan beberapa kamar untuk Nabi saw. dan istri-istrinya.

Abu Ayyub meninggal di Konstantinopel ketika tentara Kekhalifahan Umayyah coba menyerang kota itu. Setelah Sultan Muhammad II menaklukkan Konstantinopel pada tahun 1453, makam Abu Ayyub dipindahkan ke tepi benteng Konstantinopel di Istanbul seperti yang diwasiatkannya. Di samping makam beliau dibangun Masjid Eyüp Sultan.

Abu Bakar Ash Shidiq

Abdullah bin Abu Quhafah 573 – 23 Agustus 634/21 Jumadil Akhir 13 H atau yang lebih dikenal dengan Abu Bakar Ash-Shiddiq  adalah salah satu pemeluk Islam awal, salah satu sahabat utama Nabi, dan khalifah pertama yang di-bai’at sepeninggal Nabi Muhammad wafat.

Abu Bakr r.a. menjadi sahabat dekat Rasulullah saw. sejak anak-anak. la menjadi teman bermain Rasulullah saw. sekaligus temannya berbagi perasaan dan pemikiran. Sejak masa Jahiliah ia dikenal sebagai orang yang tidak suka perselisihan, kemungkaran, dan tidak mau menyembah berhala. Hubungan Abu Bakar dengan Rasulullah saw. semakin erat ketika beliau di angkat sebagai nabi dan mendapat wahyu dari Allah Swt. Abu Bakar tidak pernah meragukan Rasulullah saw. la langsung menerima ajakan Nabi saw. untuk mengikuti jalannya. Sejak menyatakan keislamannya, Abu Bakar senantiasa membela dan melindungi Rasulullah saw. la menjadi sahabat Nabi saw. yang tepercaya. Hubungan keduanya semakin dekat ketika Rasulullah saw. menikahi putri Abu Bakr, Aisyah r.a., wanita mulia yang kesuciannya terjaga untuk menjadi Ummul Mukminin.

Melalui putrinya, Aisyah, Abu Bakar merupakan ayah mertua Nabi Muhammad. Ash-Shiddiq yang merupakan julukan Nabi Muhammad kepada Abu Bakar merupakan salah satu gelar yang paling melekat padanya. Bersama ketiga penerusnya, Abu Bakar dimasukkan ke dalam kelompok Khulafaur Rasyidin.

Abu Darda

Pada awalnya, Dia adalah seorang Yahudi di Madinah. Kemudian setelah Ia mendengarkan dakwah Nabi Muhammad, Dia memeluk Islam. Ia pernah ditawarkan oleh Khalifah Umar bin Khattab untuk menjadi hakim di Suriah, tetapi ditolaknya. Kemudian Khalifah memintanya untuk mengajarkan Islam di Suriah.

Abu Darda adalah seorang sahabat Nabi dari kalangan Anshar yang berasal dari suku Khazraj. Nama aslinya adalah Uwaimir. Ayahnya bernama Amir ibn Malik ibn Zaid ibn Qais ibn Umayyah dan ibunya bernama Mahabbah bint Qaqid ibn Amr ibn al-Ithnabah. la lebih dikenal dengan nama panggilan Abu Darda. la disebut begitu karena memiliki seorang putri bernama Darda, yang kelak menikah dengan Yazid ibn Muawiyah.

Kisah keislaman Abu Darda cukup unik, karena sebelumnya ia adalah seorang musyrik yang bengal, enggan mengakui kerasulan Muhammad atau mengimani Allah. la masuk Islam berkat ketekunan dan kesungguhan sahabatnya, Abdullah ibn Ruwahah, yang terus mengajaknya kepada Islam dan menunjukkan kesesatan keyakinannya. Abdullah ibn Ruwahah adalah penyair Rasulullah saw. dari kalangan Anshar. Pada suatu hari, sepulangnya dari Perang Badar bersama pasukan Muslim dengan membawa kemenangan gemilang, Abdullah ibn Ruwahah mengunjungi rumah sahabatnya, Abu Darda sambil menenteng kampak. Tiba di rumah kawannya itu, Abdullah ibn Ruwahah langsung menuju salah satu sudut rumah tempat Abu Darda menyimpan patung-patung sembahannya. Tanpa ragu-ragu lagi, Abdullah menghancurkan semua berhala itu hingga hancur berkeping-keping.

Abu Dzar Al Ghifari

Abu Dzar berasal dari suku Ghifar (dikenal sebagai penyamun pada masa sebelum datangnya Islam). Ia memeluk Islam dengan sukarela. Ia salah seorang sahabat yang terdahulu dalam memeluk Islam. Ia mendatangi Nabi Muhammad langsung ke Mekah untuk menyatakan keislamannya.

la termasuk sahabat utama dan memiliki kedudukan yang penting di sisi Nabi saw. Nama aslinya adalah Jundab ibn Junadah ibn Qais ibn Amr. Ada beberapa pendapat berbeda tentang nama ayahnya, tetapi yang paling popular adalah Junadah ibn Qais ibn Amr. Ibunya bernama Ramlah bint al-Qaqi‘ah al-Ghifari. la termasuk di antara lima orang yang pertama memeluk Islam. Ketika ia mendatangi Nabi saw. yang sedang membaca ayat-yat Al-Quran, ia takjub dan terpesona. Pada saat itu juga ia langsung menyatakan keislamannya, lalu bertanya kepada Rasulullah saw., “Apakah yang hendak Paduka perintahkan kepadaku?”

Abu Dzar mendapat kebaikan dan kemuliaan yang berlimpah. la memiliki kedudukan penting di sisi Nabi saw. karena berhasil mengislamkan dua kabilah. la telah membuat mereka mencintai Allah dan Rasul-Nya, serta mengikac mereka dengan tali kebenaran dan kejujuran. la juga mengajari mereka agar tidak pernah merasa takut pada apa pun, kecuali kepada Allah.

Abu Hudzaifah bin Uthbah

Abu Hudzaifah bin Utbah lahir tahun 42 sebelum hijrah (578) – wafat 12 H (633) adalah sahabat Nabi Muhammad. Nama asli Abu Hudzaifah adalah Husyaim. Ia adalah anak dari Utbah bin Rabi’ah, salah satu pemimpin Quraisy dan saudara laki-laki Hindun bin Utbah, istri dari Abu Sufyan.

Sebagian pendapat mengatakan bahwa nama aslinya adalah Mahsyam. Ada juga yang bilang, namanya Husyaim, atau juga Hasyim. Perawakannya tinggi dan wajahnya tampan dengan gigi yang gingsul. Pulang dari Abisinia, ia kembali menempuh perjalanan hijrah ke Madinah bersama istrinya.

Abu Khudzaifah setia mengikuti dan mendampingi Nabi saw. la selalu menghadiri majelis ilmu yang digelar oleh Rasulullah saw., dan tak pernah absen dari peperangan bersamaRasulullah.

You also like

Ka‘b ibn Zuhair ibn Abu Sulma Penyair Agung   

Ka‘b ibn Zuhair ibn Abu Sulma Penyair Agung   

Ka‘b ibn Zuhair ibn Abu Sulma adalah seorang sahabat Nabi keturunan Bani Zainah. la dikenal sebagai penyair ulung.…
Al-Hasan dan al-Husain Pemimpin Pemuda Surga   

Al-Hasan dan al-Husain Pemimpin Pemuda Surga   

Al-Hasan dan al-Husain adalah sahabat sekaligus cucu Rasulullah  saw. Keduanya adalah belahan hati Rasulullah saw. dan pemimpin para…
Abu Ayyub al-Anshari

Abu Ayyub al-Anshari – Tempat Persinggahan Nabi

Abu Ayyub al-Anshari adalah seorang sahabat Nabi dari kalangan Anshar, yang berasal dari suku Khazraj. Nama aslinya adalah…
Fairuz al-Dailami- Pembunuh al-Aswad al-Unsa al-Kazzab  

Fairuz al-Dailami- Pembunuh al-Aswad al-Unsa al-Kazzab  

Abu Umar ibn Abdul Bar menuturkan dalam kitab al-lsti'ab bahwa Fairuz al-Dailami adalah seorang sahabat Nabi yang  berasal dari…
Ashim ibn Tsabit  Jasadnya Dilindungi Lebah  

Ashim ibn Tsabit – Jasadnya Dilindungi Lebah  

Ashim ibn Tsabit sahabat Nabi dari kalangan Anshar yang berasal dari suku Aus keturunan Bani Dhubay. la mendapat…
Dihyah al-Kalabi; Jibril Turun  dalam Rupa Dirinya  

Dihyah al-Kalabi; Jibril Turun  dalam Rupa Dirinya  

Dihyah al-Kalabi adalah sahabat Nabi yang berasal dari suku al-Kalabi. Ayahnya bernama Khulaifah ibn Farwah ibn Fadhalah. la…

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Shopping Cart

No products in the cart.

Return to shop

Nama Toko

Selamat datang di Toko Kami. Kami siap membantu semua kebutuhan Anda

Selamat datang, ada yang bisa Saya bantu