Home » Blog » Profil Singkat Sahabat Nabi Berawalan Huruf L sampai M

Profil Singkat Sahabat Nabi Berawalan Huruf L sampai M

Profil Singkat Sahabat Nabi Berawalan Huruf L sampai M

Labid ibn Rabiah

Labid ibn Rabiah al-Amiri adalah seorang sahabat Nabi dari kabilah Amiri keturunan Bani Ja‘fari. la seorang penyair yang telah banyak menghasilkan karya sejak masa Jahiliah dan termasuk penyair yang ternama.

Diceritakan bahwa Tamir ibnt Zanba al-Abbasiyah menikah dengan Qais ibn Juza ibn Khalid ibn Ja‘far dan dikaruniai seorang anak bernama Arbad ibn Qais, tetapi kemudian mereka bercerai. Setelah itu Tamir menikahi Rabiah ibn Malik ibn JaTar ibn Kilab al-Amiri dan pernikahan itu ia dikaruniai seorang anak bernama Labid ibn Rabiah. Karena kedermawanannya, Rabiah dijuluki dengan sebutan Rabiah al-Muqtarin atau Rabr al-Muqtarin (yang banyak memberi). la tewas dibunuh oleh Bani Asad dalam sebuah peperangan dengan kaumnya.

Kecakapan dan kemahiran Labid menyusun dan menggubah syair telah muncul sejak ia masih anak-anak. Kemahirannya itu tumbuh semakin baik seiring dengan pertumbuhan usianya. Ia benar-benar memiliki ibntang yang terang di dunia persyairan. Kecemerlangannya itu mulai terlihat jelas ketika ia menemani paman-pamannya menemui al-Malik ibn al-Mundzir.

Malik ibn at Tayihan

Malik ibn al-Tayihan adalah seorang sahabat Nabi dari kalangan Anshar, keturunan suku Aus. Ada juga yang mengatakan bahwa ia berasal dari Bani Balawi, keturunan Bali ibn Amr ibn al-Haf ibn Qudha‘ah yang bersekutu dengan Bani Abdi alAsyhal. Ayahnya bernama al-Tayihan ibn Malik ibn Ubaid.

Pada Baiat Aqabah kedua namanya mulai mencuat, bersama kaum Anshar lainnya yang berjumlah 70 orang lebih yang berkumpul di Aqabah. Setelah Rasulullah saw. memberi penjelasan tentang Islam dan berbagai hal yang berkaitan dengan perjanjian, beliau bersabda, “Aku mengambil sumpah kalian, bahwa kalian akan menjagaku seperti kalian menjaga wanita dan anak-anak kalian.”

Malik ibn al-Tayihan terpilih untuk memimpin Bani alAsyhal. Setelah berbaiat kepada Rasulullah, kaum Anshar pulang bersama dua belas pemimpin mereka. Tiba di Yatsrib mereka menyebarkan ajaran yang mereka terima kepada kerabat dan keluarga. Mereka terus menyebarkan dan mengajarkan Islam seraya menunggu kedatangan Rasulullah saw. ke Yatsrib. Setiap hari mereka terus menunggu dengan sabar. Ketika Rasulullah saw. tiba bersama Abu Bakr al-Shiddiq, mereka menyambutnya dengan meriah, laki-laki dan wanita, tua dan muda, semuanya

Keluar rumah untuk menyambut tamu agung. Ketika Rasulullah memasuki Yatsirb, mereka mengumandangkan tahlil dan takbir.

Mikhyariq

Selain Abdullah ibn Salam, ada seorang alim Yahudi lain yang memeluk Islam, yaitu Mikhyariq. Selain dikenal sebagai rahib Yahudi, ia juga merupakan seorang petani kaya raya yang memiliki banyak kebun kurma dan hasil pertanian lainnya. la mengetahui sifat-sifat Rasulullah dari kitab Taurat yang diturunkan untuk kaum Yahudi. Namun, pada awalnya, ia merasa sangat berat meninggalkan agamanya. Hatinya tidak pernah mau mengikuti keputusan yang benar. Ia tetap memegang teguh agamanya hingga terjadi Perang Uhud.

Ketika itu, tumbuh kesadaran dalam dirinya untuk segera meninggalkan agamanya dan mengakui Islam sebagai agamanya. Beberapa hari lamanya ia berpikir merenungkan kebenaran Islam dan kebenaran Rasulullah yang mengaku sebagai nabi utusan Allah. Akhirnya, ia mencela dirinya sendiri, dan bersegera menyatakan keislamannya. la takut maut segera menjemputnya sementara ia tidak beriman kepada Rasulullah.

Mikhyariq pergi ke medan perang setelah berwasiat bahwa jika ia meninggal maka seluruh hartanya harus diserahkan kepada Rasulullah untuk dipergunakan sesuai dengan kehendaknya. Ternyata perang itu menjadi skasi atas keimanan dan pengorbanan Mikhyariq. la terbunuh dalam peperangan itu dengan hati yang dipenuhi keimanan dan cinta kepada Allah dan Rasul-Nya. Rasulullah pun memberikan kesaksian yang sebaik-baiknya kepadanya.

Miqdad ibn al Aswad

Al-Miqdad ibn al-Aswad adalah sahabat Nabi keturunan Bani Zuhri Bahrawi. Nama pangilannya adalah Abu Ma’bad, ada juga yang mengatakan Abu al-Aswad. Ayahnya bernama Amr ibn Tsa‘labah atau yang lebih dikenal dengan nama al-Aswad dinisbatkan dari al-Aswad ibn Abdu Yaghuts al-Zuhri. Nama al-Miqdad dilekatkan kepadanya karena ia adalah sekutu al-Aswad, yang kemudian menjadikannya sebagai anak angkat. Ada juga yang menyebutnya dengan nama al-Miqdad al-Kindi,

karena ia pernah membunuh di Bahra kemudian melarikan diri ke Kindah dan menjadi sekutu mereka. Ternyata, di Kindah pun ia terpaksa melakukan pembunuhan, lalu ia melarikan diri ke Makkah dan meminta perlindungan kepada al-Aswad ibn Abdu Yaghuts. Di sanalah ia menikah dengan Dhuba’ah ibnt al-Zubair.

Ketika meletus Perang Badar, al-Miqdad membuktikan keperwiraannya dalam membela agama Allah. la memainkan peran yang sangat penting dalam peperangan itu. Para sahabat, termasuk Abdullah ibn Mas‘ud, menyaksikan keberanian dan kecakapannya berperang.

Al-Miqdad wafat pada masa Khalifah Utsman ibn Affan di pinggiran Madinah kemudian jenazahnya dibawa ke Madinah dan di makam kan di sana .

Muadz ibn Amr ibn Jamuh

Muaz ibn Amr ibn al-Jamuh adalah seorang sahabat Nabi dari kalangan Anshar, keturunan siiku Khazraj dari keluarga Bani Sulami. la termasuk golongan pertama yang memeluk Islam dari kaum Anshar.

Ketika Rasulullah saw. menyeru kaum muslim untuk berangkat ke lembah Badar, sebenarnya Amr sangat ingin ikut serta, tetapi ia dilarang oleh istrinya, Hindun ibnt Amr ibn Haram dan anak-anaknya. Mereka mengatakan bahwa Allah tidak mewajibkannya ikut berperang karena ada cacat pada kakinya. Mereka juga berharap Rasulullah saw. melarangnya ikut serta. Karena itulah Amr memutuskan untuk tidak ikut serta dalam Perang Badar. la benar-benar menyesali ketidakhadiran dirinya dalam perang itu sehingga pada perang berikutnya, yaitu Perang Uhud, ia bersikukuh ikut serta hingga akhirnya gugur sebagai syahid dalam perang itu.

Muadz ibn Jabal

Muaz ibn Jabal adalah sahabat Nabi dari kalangan Anshar, keturunan suku Khazraj, Bani Jusyami. Nama panggilannya adalah Abu Abdurrahman. Ketika kaum Muhajirin menetap di Madinah, Rasulullah mempersaudarakan Muaz ibn Jabal dengan Abdullah ibn Mas‘ud.

Rasulullah sangat mengenal keutamaan Muaz yang sangat suka bersedekah dan membantu sesamanya. Akibat kebiasaannya itu ia sering melupakan kebutuhan dirinya sendiri, bahkan sering berutang untuk memenuhi kebutuhannya. Karena itu, Rasulullah berdoa melepas kepergian Muaz, “Semoga Allah membayarkan utang-utangmu wahai Muaz.”

Muaz tidak hanya dikenal sebagai ahli ilmu, tetapi juga diakui sebagai muslim yang sangat mengutamakan pengamalan ilmunya. Ilmu tidak akan memberi manfaat jika tidak diamalkan, sebagaimana sabda Rasulullah saw., “Pelajarilah apa yang ingin kalian pelajari, niscaya Allah tidak akan memberi manfaat ilmu hingga kalian mengamalkannya.”

Muawiyah ibn Abu Sufyan

Muawiyah ibn Abu Sufyan adalah sahabat Nabi dari suku Quraisy keturunan Bani Umawi. Ayahnya bernama Shakhar ibn Harb yang lebih dikenal dengan panggilan Abu Sufyan dan ibunya bernama Hindun ibnt Utbah ibn Rabiah. Saudarinya bernama Habibah ibnt Abi Sufyan yang ikut hijrah ke Abisinia bersama suaminya, Ubaidillah ibn Jahsy. Namun, Ibn Jahsy pindah keyakinan menjadi pemeluk Nasrani, sering minum arak, dan kemudian mati dalam keadaan kafir. Setelah masa iddah Habibah habis, Rasulullah saw. mengutus seseorang kepada raja Najasi untuk melamarnya. Sejak itu, Habibah resmi menjadi Ummul Mukminin.

Muawiyah turut serta dalam Perang Hunain bersama Rasulullah. Kaum muslim memenangi peperangan itu dan Rasulullah memberikan seratus ekor unta dan empat puluh uqiyah emas kepada Muawiyah dari bagian harta rampasan. Muawiyah dan ayahnya adalah mualaf. Meskipun di masa Jahiliah mereka sangat keras memusuhi Rasulullah saw., setelah bersyahadat mereka menjadi muslim yang taat, bahkan Rasulullah mengangkatnya sebagai juru tulis beliau.

Ketika wafat, al-Dhahhak ibn Qais mengafaninya lalu naik ke mimbar dan berpidato, “Amirul Mukminin Muawiyah adalah pengharum bangsa Arab, dengan dirinya Allah memutuskan segala fifitnah yang terjadi, lalu Dia memberikan kekuasaan kepadanya atas semua hamba-Nya, dan mengirimkan pasukannya baik di darat maupun di laut. la hanyalah salah seorang dari hamba Allah yang selalu berdoa dan Allah mengabulkan doanya. Sekarang ia telah tiada dan inilah kafannya. Kitalah yang akan mengantarkan dan memakamkannya. Tentang amalnya, biarlah itu menjadi urusan Allah. Jika Dia berkehendak maka Dia akan merahmatinya dan jika Dia berkehendak, Dia pun bisa menyiksanya.”

Muhammad ibn Maslamah

Muhammad ibn Maslamah ibn Khalid adalah sahabat Nabi dari kalangan Anshar, dari suku Aus keturunan Bani Haritsi sekutu Bani Abdi al-Asyhal. Nama panggilannya adalah Abu Abdurrahman, tetapi ada juga yang menyebutnya Abu Abdillah. Rasulullah saw. pernah memintanya agar tetap di Madinah dan tidak ikut dalam beberapa peperangan. Satu pendapat mengatakan bahwa perang yang tidak diikutinya adalah perang Qarqarah al-Kadar, ada juga yang mengatakan Perang Tabuk.

Ibn al-Atsir menambahkan bahwa Khalifah Umar ibn alKhattab pernah menugaskan Ibn Maslamah sebagai penarik zakat dari Bani Juhainah, bahkan ia menjadi kepala petugas pengumpul zakat. Jika khalifah mendapat pengaduan tentang seorang petugas pengumpul zakat, ia akan mengutus Muhammad ibn Maslamah untuk menyeledikinya. la pula yang diutus oleh Khalifah Umar untuk menarik zakat dari para pegawainya, karena khalifah menaruh kepercayaan kepadanya.

Muhammad ibn Maslamah wafat di Madinah pada 46 atau 47 Hijrah. Ada juga yang mengatakan, ia wafat bukan pada tahun-tahun tersebut. Dikatakan bahwa saat wafat ia berusia 77 tahun. Semoga Allah merahmatinya.

Al-Mundzir ibn Sawa at-Tamimi

AI-Mundzir memeluk Islam melalui Mush‘ab ibn Umair, sahabat yang diutus Rasulullah untuk mengajarkan Islam di Yatsrib. la sangat rajin menghadiri majelis yang diadakan oleh Mush‘ab demi menambah ilmu pengetahuannya tentang agama. Di masa Jahiliah ia dikenal sebagai orang yang ahli dalam bidang bahasa. Keahliannya itu membuatnya lebih mudah menghafal ayat-ayat Al-Quran dan ilmu-ilmu agama yang diajarkan oleh Mush‘ab. Kelebihan lainnya adalah ia termasuk dalam dua belas pimpinan yang ditunjuk saat Baiat Aqabah kedua. la juga turut serta dalam dua perang besar, yaitu Badar dan Uhud.

Ketika Rasulullah saw. mempersaudarakan kaum Anshar dengan kaum Muhajirin, ia dipersaudarakan dengan Kulaib ibn Umair.

Mush’ab ibn Umair

Mush‘ab ibn Umair adalah seorang sahabat dari suku Quraisy keturunan Bani Abdari. Ayahnya bernama Umair ibn Hasyim dan ibunya bernama Khunas ibnt Malik, ibu yang sangat dicintainya yang kemudian sering menekan dan menyiksanya setelah ia memeluk Islam.

Bintang Mush‘ab mulai bersinar cemerlang sejak peristiwa Baiat Aqabah pertama. Ketika itu, datang dua belas orang Yatsrib menghadap Rasulullah saw. dan menyatakan keislaman mereka. Setelah bersyahadat mereka menyatakan sumpah setia kepada Rasulullah.

You also like

As‘ad ibn Zurarah; Imam Jumat Pertama di Madinah  

As‘ad ibn Zurarah; Imam Jumat Pertama di Madinah  

As‘ad ibn Zurarah sahabat Nabi dari kalangan Anshar yang berasal dari kabilah Khazraj, keturunan Bani Najjar. Ayahnya bernama…
Zainab bint Khuzaimah

Zainab bint Khuzaimah; Umm al-Mu’minin & Umm al-Masakin

Biografi Nama lengkapnya Zainab binti Khuzaimah ibn Haris ibn Abdillah  ibn Amru ibn Abdi Manaf ibn Hilal ibn…

Zainab bint Jahsy; Umm al-Mu’minin yang Sangat Khusyu’ Beribadah

Biografi Setelah Rasulullah saw. menikah dengan Ummu Salamah, Rasulullah saw. menikah dengan Zainab binti Jahsy. Ia adalah sepupu Rasulullah…
Pengiriman Pasukan Usamah

Pengiriman Pasukan Usamah

Segala ancaman pemberontakan yang kini tersebar di negeri-negeri Arab bukan tidak diketahui oleh Abu Bakr dan sahabat-sahabatnya dari…
Khadijah bint Khuwailid

Khadijah bint Khuwailid; Umm al-Mu’minin & Pebisnis Ulung

Ia memiliki nama Khadijah bint Khuwailid ibn Asad ibn Adil Uzza ibn Qusai ibn Kilab ibn Murrah ibn…
Rumah Tangga Muhammad Dan Khadijah

Rumah Tangga Muhammad Dan Khadijah

وَمِنْ اٰيٰتِهٖٓ اَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوْٓا اِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَّوَدَّةً وَّرَحْمَةً ۗاِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ…

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Shopping Cart

No products in the cart.

Return to shop

Nama Toko

Selamat datang di Toko Kami. Kami siap membantu semua kebutuhan Anda

Selamat datang, ada yang bisa Saya bantu